Semarang, MI— Kabar meninggalnya mahasiswa baru Universitas Negeri Semarang (Unnes), Rivaldo Aulia Reza (18), dalam kecelakaan sepeda motor memicu sorotan terhadap pelaksanaan kegiatan pengenalan kehidupan kampus bagi mahasiswa baru (PKKMB) atau ospek.
Rivaldo dilaporkan mengalami kecelakaan setelah mengikuti rangkaian kegiatan PKKMB. Korban diduga kehilangan konsentrasi saat mengendarai sepeda motor karena kelelahan.
Peristiwa itu bermula ketika sepeda motor yang dikendarai Rivaldo oleng dan menabrak pohon. Kendaraan kemudian masuk ke jalur berlawanan dan bertabrakan dengan pengendara lain, Syaidul (25).
Rivaldo dinyatakan meninggal dunia di lokasi kejadian.
Kabar tersebut kemudian memicu reaksi keras warganet. Akun Instagram resmi Unnes dibanjiri komentar yang mempertanyakan pola pelaksanaan ospek, terutama jadwal kegiatan yang disebut berlangsung sejak sekitar pukul 03.00 hingga 19.00 WIB.
Sorotan juga muncul terkait dugaan mahasiswa baru tidak mendapatkan waktu istirahat dan makan yang memadai selama mengikuti kegiatan.
"Ospek jam 3 pagi sampai 7 malam mau ngapain sih? Cukup lah ospek buat ngenalin lingkungan kampus dan dosen, enggak usah aneh-aneh," tulis salah satu warganet.
Komentar lain menyoroti kondisi mahasiswa baru yang harus datang ke kampus sejak dini hari, sementara sebagian di antaranya disebut menempuh perjalanan cukup jauh dari tempat tinggal.
"Ospek jam 3 pagi sampai 7 malam tanpa dikasih makan? Itu ospek atau penyiksaan," tulis pengguna lainnya.
Video yang beredar di media sosial memperlihatkan sejumlah mahasiswa baru telah berada di lingkungan kampus sebelum waktu Subuh untuk mengikuti PKKMB. Bahkan, beberapa mahasiswa terlihat memilih tidur di teras masjid di sekitar kampus.**
