Palangkaraya, MI — Ketika karhutla terus mengancam permukiman di Palangka Raya, Kalimantan Tengah, seorang remaja 15 tahun justru memilih turun ke lapangan. Rudiansyah datang membantu memadamkan api dengan mengenakan kostum Superman.
Aksi tak biasa pelajar asal Kelurahan Petuk Ketimpun itu menjadi simbol bahwa penanganan karhutla tidak bisa hanya mengandalkan petugas pemerintah. Keterbatasan personel membuat BPBD membutuhkan dukungan relawan dan masyarakat untuk menghadapi kebakaran yang muncul di sekitar permukiman.
Manajer Pusdalop BPBD Kota Palangka Raya, Balap, mengapresiasi keterlibatan warga dalam membantu petugas di lapangan.
“Tim tidak bisa bekerja sendiri, perlu teman-teman relawan dan masyarakat yang membantu kita di lapangan,” kata Balap.
Menurut Balap, sejumlah titik kebakaran berada tidak jauh dari permukiman warga. Kondisi itu membuat penanganan harus dilakukan cepat agar api tidak meluas dan mengancam rumah penduduk.
BPBD pun mendorong partisipasi masyarakat terus diperkuat. Kolaborasi antara petugas, relawan, dan warga dinilai menjadi salah satu kunci untuk mempercepat pengendalian api.
Rudiansyah bukan relawan yang datang untuk mencari perhatian. Ia rutin turun membantu pemadaman karhutla setelah pulang sekolah bersama ayahnya, Mulyadin, yang juga merupakan relawan.
Kostum Superman yang dikenakannya sebenarnya sudah lama dimiliki. Karena jarang digunakan, Rudiansyah memilih memakainya saat membantu memadamkan kebakaran.
“Sudah lama kostumnya punya saya. Daripada enggak kepakai, lebih baik pakai untuk madam api aja,” ujar Rudiansyah.
Ia mengaku lebih memilih membantu petugas daripada menghabiskan waktu di rumah bermain telepon seluler.
“Aku setelah pulang sekolah suka membantu saja, daripada di rumah main HP, lebih baik membantu mereka. Apalagi ini masuk wilayah saya,” katanya.
Mulyadin mengatakan putranya sudah cukup memahami aktivitas pemadaman karena sering ikut turun ke lapangan.
“Kalau anak saya ini dia paham sudah. Sebabnya setiap dia pulang sekolah enggak ada kegiatan, pasti dia ikut terus. Jadi dia sudah paham,” ujar Mulyadin.**
