BREAKINGNEWS

Siswa SMA Sulsel Bobol Keamanan YouTube NASA, Diganjar Sertifikat Penghargaan

Siswa SMA Sulsel Bobol  Keamanan YouTube NASA, Diganjar Sertifikat Penghargaan
Muhammad Syahrir Hamdani, siswa SMAN 1 Pinrang, Sulawesi Selatan (Sulsel).

Pinrang, MI – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan pelajar Indonesia. Muhammad Syahrir Hamdani, siswa SMAN 1 Pinrang, Sulawesi Selatan (Sulsel), berhasil menemukan celah keamanan pada salah satu domain milik National Aeronautics and Space Administration (NASA) yang mengarah ke akun YouTube. 

Temuan tersebut diakui melalui program Vulnerability Disclosure Program (VDP) dan mengantarkannya menerima sertifikat penghargaan dari lembaga antariksa Amerika Serikat itu.

Syahrir menjelaskan, ia menemukan kerentanan bertipe broken link hijacking, yakni kondisi ketika sebuah domain masih terhubung ke akun YouTube yang handle-nya sudah tidak lagi digunakan sehingga berpotensi diambil alih oleh pihak lain.

"Saya baru mendapatkan penghargaan dari NASA setelah menemukan celah keamanan di website mereka," kata Syahrir, Selasa (7/7/2026).

Ia mengungkapkan, kerentanan tersebut ditemukan saat mengikuti program VDP NASA yang membuka kesempatan bagi peneliti keamanan siber di seluruh dunia untuk melaporkan potensi kelemahan sistem.

"Yang saya temukan itu, ada domain NASA yang mengarah ke akun YouTube, tetapi handle-nya sudah tidak dipakai. Jadi akun YouTube itu bisa saya ambil alih," jelasnya.

Untuk menemukan celah tersebut, Syahrir mengembangkan skrip buatannya sendiri yang bekerja secara otomatis memindai berbagai domain yang masuk dalam cakupan program NASA.

"Saya bikin skrip untuk mencari kerentanan, saya jalankan semalaman. Besok paginya sudah ada hasilnya, lalu saya tinggal membuat laporan ke NASA," ujarnya.

Meski akhirnya diakui NASA, perjalanan Syahrir tidak berlangsung mudah. Ia mengaku beberapa laporan yang pernah dikirim sebelumnya sempat ditolak karena belum memenuhi standar validasi yang ditetapkan.

"Sebelumnya sudah beberapa kali ikut, tapi ditolak. Baru yang ini diterima," katanya.

Proses verifikasi laporan hingga dinyatakan valid membutuhkan waktu sekitar dua bulan. Setelah melalui evaluasi tim keamanan NASA, temuannya akhirnya diterima dan Syahrir memperoleh sertifikat penghargaan sebagai bentuk apresiasi.

"Saya memakai skrip dua bulan yang lalu dan baru diterima oleh NASA," tuturnya.

Prestasi ini menambah deretan pencapaian Syahrir di bidang keamanan siber. Sebelumnya, ia juga berhasil menemukan celah keamanan pada sejumlah situs perguruan tinggi luar negeri, seperti University of San Diego di Amerika Serikat, University of Oslo di Norwegia, dan Dresden University of Technology di Jerman. Temuan tersebut juga membuatnya menerima sertifikat penghargaan dari masing-masing institusi.**

Topik:

Edison Efrizal

Penulis

Video Terbaru

Siswa SMA Sulsel Bobol Keamanan YouTube NASA, Diganjar Sert | Monitor Indonesia