BREAKINGNEWS

Polemik Chapel USU Memanas, Kampus Tegaskan Rumah Ibadah Tak Ditutup

Polemik Chapel USU Memanas, Kampus Tegaskan Rumah Ibadah Tak Ditutup
Sekretaris Direktorat Humas, Promosi dan Protokoler USU, Ami Dilham

Medan, MI — Universitas Sumatera Utara (USU) membantah tegas isu yang menyebut Chapel USU akan ditutup atau dialihfungsikan. Kampus memastikan bangunan tersebut hanya akan direnovasi untuk meningkatkan kapasitas, keamanan, dan kenyamanan jemaat.

Klarifikasi ini disampaikan setelah muncul polemik terkait pengosongan fasilitas Chapel USU. Sekretaris Direktorat Humas, Promosi dan Protokoler USU, Ami Dilham, menegaskan aktivitas keagamaan tetap menjadi fungsi utama Chapel.

Ami mengatakan renovasi merupakan bagian dari revitalisasi fasilitas, bukan upaya menghilangkan rumah ibadah dari lingkungan kampus.

"Kami tegaskan informasi yang beredar yang menyebutkan bahwa USU akan menutup rumah ibadah Chapel adalah tidak benar. USU memastikan Chapel tetap difungsikan sebagai tempat aktivitas kerohanian dan hanya akan menjalani renovasi untuk meningkatkan kualitas fasilitas sebagai bagian dari proses revitalisasi dan optimalisasi fungsi Chapel USU," kata Ami Dilham, Selasa (11/8/2026).

Menurut Ami, rencana revitalisasi Chapel bukan keputusan yang muncul secara tiba-tiba. Perencanaan tersebut telah disiapkan sejak 2015 dengan mempertimbangkan perkembangan kebutuhan sivitas akademika serta kondisi lingkungan sekitar bangunan.

Salah satu persoalan yang menjadi perhatian adalah lokasi Chapel yang kerap terdampak banjir ketika curah hujan tinggi. Karena itu, pembenahan infrastruktur dinilai diperlukan agar fasilitas tersebut lebih aman dan nyaman digunakan.

USU juga memastikan fungsi Chapel tidak akan berubah setelah renovasi selesai. Rumah ibadah tersebut tetap diperuntukkan bagi kegiatan kerohanian warga Kristen di lingkungan kampus.

"USU memastikan setelah direnovasi, fungsi Chapel tidak akan berubah. Ini tetap menjadi rumah ibadah sebagaimana selama ini digunakan oleh sivitas akademika dan warga. Tidak ada kebijakan untuk menutup ataupun mengalihfungsikan tempat ibadah tersebut," ungkapnya.

Ibadah Tetap Berjalan

USU menegaskan proses renovasi tidak akan menghentikan aktivitas ibadah. Kampus menyiapkan fasilitas sementara agar kegiatan peribadatan dan pembinaan kerohanian tetap berlangsung selama pekerjaan pembangunan dilakukan.

Langkah tersebut menjadi penegasan bahwa renovasi tidak dimaksudkan untuk menghilangkan akses warga Kristen terhadap tempat ibadah di lingkungan USU.

Saat ini, kampus juga telah membentuk Tim Revitalisasi dan Optimalisasi Fungsi Chapel USU. Tim tersebut diketuai Prof. Dr. Luhut Sihombing, MP.

Di sisi lain, Perwakilan Persekutuan Iman Warga Kristen (PIWK) USU, Bonar Panggabean, menyatakan mendukung rencana renovasi.

Menurut Bonar, pembenahan fasilitas diperlukan karena Chapel memiliki fungsi penting dalam mendukung kegiatan kerohanian mahasiswa, dosen, pegawai, serta warga Kristen di lingkungan USU.

"Renovasi yang dilakukan itu patut didukung karena tujuannya untuk meningkatkan kualitas Chapel. Saya tahu persis sejak awal Chapel ini didirikan tujuannya untuk mendukung aktivitas kerohanian civitas akademika yang beragama Kristen di USU," tegasnya.

Bonar menilai peningkatan fasilitas merupakan kebutuhan yang wajar seiring bertambahnya jumlah warga Kristen di lingkungan kampus. Kapasitas dan kualitas sarana ibadah, kata dia, perlu disesuaikan dengan perkembangan kebutuhan sivitas akademika.

Klarifikasi USU tersebut sekaligus menegaskan posisi kampus di tengah polemik: Chapel tidak ditutup, fungsi rumah ibadah tidak diubah, dan kegiatan keagamaan tetap berjalan meski proses renovasi dilakukan.**

Topik:

Edison Efrizal

Penulis

Video Terbaru

Polemik Chapel USU Memanas, Kampus Tegaskan Rumah Ibadah Tak Ditutup | Monitor Indonesia