BREAKINGNEWS

265 Murid di Karo Keracunan MBG, Dapur Penyedia Disuspend hingga 30 Hari

265 Murid di Karo Keracunan MBG, Dapur Penyedia Disuspend hingga 30 Hari
Ilustrasi korban keracunan MBG

Karo, MI — Program Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali menghadapi masalah serius. Sebanyak 265 murid dari tiga sekolah di Kabupaten Karo, Sumatera Utara, mengalami gejala keracunan setelah menyantap makanan MBG. Sebagai langkah awal, dapur penyedia makanan tersebut dihentikan sementara operasionalnya.

Dapur yang memasok makanan itu adalah SPPG Karo Berastagi Sempajaya di bawah Yayasan Manunggal Kartika Jaya.

Kasubag Tata Usaha Kantor Pelayanan Pemenuhan Gizi (KPPG) Medan, Erdianta Sitepu, membenarkan penghentian operasional tersebut.

“SPPG-nya sudah kita suspend,” kata Erdianta, Jumat (14/8/2026).

Berdasarkan surat yang beredar, SPPG tersebut akan kehilangan seluruh hak operasionalnya paling lama selama 30 hari. Penghentian itu dilakukan sambil menunggu pemenuhan sejumlah kewajiban yang ditetapkan Badan Gizi Nasional (BGN).

Sebelumnya, kasus keracunan terjadi setelah ratusan siswa di lima sekolah mengonsumsi menu MBG yang berasal dari SPPG yang sama.

Kepala Cabang Dinas Pendidikan Sumut Wilayah IV, Zulkarnain Barus, menyebut terdapat 265 siswa dari tiga sekolah yang mengalami gejala keracunan.

Rinciannya, 202 siswa berasal dari SMAN 1 Berastagi, 25 siswa dari SMA Swasta Bersama, dan 38 siswa dari SMK Swasta Bersama.

“Sekolah kita ada tiga, SMAN 1 Berastagi, SMK Swasta Bersama, SMA Swasta Bersama,” ujar Zulkarnain.

Keluhan siswa muncul setelah mereka menyantap menu MBG saat makan siang. Menu yang dibagikan terdiri atas sayur kol, wortel, dan gulai ikan dencis.

Dari laporan awal di lapangan, ikan dencis dalam menu tersebut diduga menjadi sumber masalah. Namun, dugaan tersebut masih harus dibuktikan melalui pemeriksaan dan pengujian sampel.

“Kalau menunya tadi saya lihat itu, sayurnya sayur kol ya, wortel sama kol, kemudian ikannya dencis, gulai, diperkirakan itu dari ikan dencis itu perkiraan sementara itu dari siswa,” jelas Zulkarnain.

Sejumlah siswa disebut mengalami keluhan seperti gatal pada mulut dan sesak setelah menyantap makanan.

“Begitu dimakannya, langsung gatal-gatal mulutnya,” ujarnya.

Penghentian operasional SPPG menjadi langkah tegas setelah insiden tersebut. Dapur penyedia tidak diperbolehkan kembali menjalankan layanan sebelum memenuhi persyaratan yang ditetapkan otoritas terkait.**

Topik:

Edison Efrizal

Penulis

Video Terbaru

265 Murid di Karo Keracunan MBG, Dapur Penyedia Disuspend hingga 30 Hari | Monitor Indonesia