Sachsenring, MI – Marc Marquez kembali menegaskan statusnya sebagai "Raja Sachsenring" setelah menjuarai MotoGP Jerman 2026. Kemenangan tersebut bukan hanya memperpanjang dominasinya di sirkuit Sachsenring, tetapi juga mengantarkannya menyamai rekor legenda balap Giacomo Agostini sebagai pembalap dengan kemenangan terbanyak di satu sirkuit pada kelas premier.
Pebalap Ducati itu tampil tanpa cela pada balapan 30 lap yang berlangsung Minggu (12/7/2026). Memulai lomba dari posisi terdepan, Marquez langsung memimpin sejak lampu start padam hingga menyentuh garis finis tanpa memberi peluang kepada para rivalnya.
Di belakang Marquez, Ai Ogura berhasil finis di posisi kedua, disusul Raul Fernandez yang melengkapi podium. Sementara itu, adik Marquez, Alex Marquez, gagal menyelesaikan balapan setelah terjatuh, sedangkan Marco Bezzecchi tidak ikut berlaga akibat cedera patah tulang selangka yang dialami saat sesi kualifikasi.
Kemenangan di MotoGP Jerman 2026 menjadi kemenangan ke-10 Marquez di Sachsenring, menyamai rekor Giacomo Agostini yang mencatat 10 kemenangan di Sirkuit Imatra, Finlandia, sepanjang periode 1965 hingga 1975.
Dominasi Marquez di Sachsenring telah berlangsung lebih dari satu dekade. Ia mencatat tujuh kemenangan beruntun pada periode 2013 hingga 2019, kemudian kembali berjaya sejak 2021 hingga musim 2026.
Rekor tersebut semakin menegaskan Sachsenring sebagai lintasan paling bersahabat bagi juara dunia asal Spanyol itu. Bahkan sebelum tampil di kelas MotoGP, Marquez juga pernah meraih kemenangan di sirkuit yang sama saat berlaga di kelas 125cc pada 2010 serta Moto2 pada 2011 dan 2012.
Marquez masih berpeluang memperlebar koleksi rekornya di lintasan favorit lainnya. Saat ini ia telah mengoleksi tujuh kemenangan di Circuit of The Americas (Austin) dan Sirkuit Aragon.
"Sangat senang dengan hasil hari ini. Senang bisa mencapai kemenangan ke-10, terima kasih kepada para fans," ujar Marquez usai balapan.
Dengan torehan bersejarah tersebut, Marc Marquez kembali membuktikan dirinya sebagai salah satu pembalap paling dominan dalam sejarah MotoGP, sekaligus memperkokoh reputasinya sebagai penguasa mutlak Sachsenring.**
