BREAKINGNEWS

Anggaran Pendidikan 2026 Melejit! Revitalisasi Sekolah Digenjot, Tunjangan Guru Naik Tajam

Sekjen Kemendikdasmen Suhari (Foto. Rizal.Siregar)
Sekjen Kemendikdasmen Suhari (Foto. Rizal.Siregar)

Jakarta, MI - Upaya pemerintah memperkuat kualitas pendidikan nasional memasuki babak baru. Selain peningkatan kesejahteraan guru, pemerintah juga menyiapkan tambahan anggaran untuk revitalisasi sekolah dan pengadaan papan interaktif digital di ruang kelas.

Sekretaris Jenderal Kemendikdasmen, Suharti, menyampaikan bahwa penambahan anggaran tersebut merupakan bagian dari komitmen pemerintah dalam meningkatkan mutu pembelajaran.

“Seperti yang Pak Presiden sampaikan, untuk revitalisasi sekolah akan ada penambahan anggaran. Kemudian, penyediaan IFP, ada tiga IFP (papan interaktif) per sekolah. Ini semua sedang dalam proses pembahasan, jadi tentu itu juga nanti akan menambah anggaran Kemendikdasmen. Jadi tidak akan terganggu dengan anggaran yang sudah dialokasikan,” ujar Suharti dalam Dialog Media, di Tangerang Selatan, Senin (2/3/2026).

Pemerintah juga memprioritaskan peningkatan kompetensi dan kesejahteraan guru, baik ASN maupun non-ASN.

“Ya, jadi kementerian sangat memberikan perhatian pada upaya-upaya peningkatan kompetensi dan juga kesejahteraan guru di Indonesia, baik yang ASN maupun non-ASN. Untuk ASN kita sediakan berbagai tunjangannya, tunjangan profesi, tunjangan khusus guru, dan juga tambahan penghasilan melalui DAK non-fisik, dan itu sudah dialokasikan,” katanya.

Untuk tahun anggaran 2026, alokasi tunjangan guru non-ASN di tingkat pusat mencapai Rp14,1 triliun.

“Untuk tahun 2026 ini menyediakan 14,1 triliun untuk berbagai tunjangan guru. Ada tunjangan profesi untuk guru non-ASN, kami sediakan 11,58 triliun. Kemudian untuk tunjangan khusus non-ASN sekitar 723,5 miliar, dan juga untuk insentif guru non-ASN meningkat menjadi 1,8 triliun tahun ini. Tahun 2025 totalnya hanya 12,48 triliun, jadi meningkat banyak,” jelasnya.

Sementara itu, tunjangan bagi guru ASN di daerah juga mengalami kenaikan signifikan.

“Untuk tunjangan guru ASN tahun 2026 kami alokasikan 74,76 triliun rupiah. Meningkat dari tahun 2025 yang sebanyak 70,06 triliun rupiah. Jadi itu mencakup tunjangan profesi guru, kemudian tunjangan khusus guru, dan juga dana tambahan penghasilan guru,” ungkap Suharti.

Terkait pengadaan Chromebook dan papan interaktif tambahan, Suharti menyebut pembahasan masih berlangsung bersama Kementerian Keuangan.

“Sedang dalam proses pembahasan bersama Kementerian Keuangan,” katanya.

Ia menambahkan, tambahan anggaran pendidikan kerap terjadi dalam perjalanan tahun anggaran. Pada 2025, misalnya, pagu awal Kemendikdasmen sebesar Rp33,5 triliun meningkat menjadi Rp64 triliun setelah berbagai program tambahan disetujui.

Mengenai guru P3K paruh waktu, Suharti menjelaskan statusnya termasuk kategori ASN, meski penggajiannya tetap menjadi kewenangan pemerintah daerah.

Untuk 2026, pemerintah memfokuskan anggaran pada peningkatan mutu pendidikan sekaligus perluasan akses melalui penguatan Program Indonesia Pintar (PIP).

“Prioritasnya tentu yang pertama untuk peningkatan mutu. Kemudian untuk akses, Program Indonesia Pintar tahun 2026 kita perkuat dan perlebar cakupannya. Dari yang semula hanya SD, SMP, SMA, dan SMK, menjadi tambahannya TK juga kita masukkan. Jadi 888.000 anak TK sudah kita alokasikan anggarannya untuk mendapatkan PIP tahun 2026 ini,” pungkas Suharti.

Topik:

Rizal Siregar

Penulis

Video Terbaru