Puspresnas Perkuat Ekosistem Talenta, 5 Program Strategis Siap Jalan di 2026

Tangerang Selatan, MI - Upaya memperkuat ekosistem talenta nasional terus dipercepat. Pemerintah melalui Pusat Prestasi Nasional (Puspresnas) menyiapkan sejumlah program strategis pada 2026 untuk memperluas pembinaan siswa berprestasi dari tingkat nasional hingga internasional.
Kepala Puspresnas pada Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), Maria Veronica Irene Herdjiono, mengatakan bahwa penguatan program dilakukan seiring meningkatnya perhatian publik terhadap pembinaan prestasi.
“Bapak dan Ibu tentu sudah mengetahui seperti apa Puspresnas, termasuk dari media sosial kami. Saat ini kami telah memiliki satu juta pengikut. Capaian ini tidak lepas dari dukungan media massa dan para wartawan yang terus membantu menyebarluaskan informasi program kami. Untuk itu kami menyampaikan terima kasih,” ujarnya dalam Dialog Media di Tangerang Selatan, Senin (2/3/2026).
Irene menjelaskan, terdapat lima program utama yang dijalankan Puspresnas pada 2026. Pertama, penyelenggaraan ajang talenta tingkat nasional yang tetap menjadi fondasi pembinaan. Dari ajang tersebut, peserta didik berprestasi akan dipersiapkan untuk mengikuti kompetisi internasional.
“Dari prestasi di tingkat nasional, anak-anak terbaik akan kami kirim untuk mewakili Indonesia pada ajang internasional,” katanya.
Program ketiga adalah kurasi ajang prestasi yang kini semakin luas pemanfaatannya. Kurasi digunakan untuk berbagai kebutuhan, mulai dari seleksi penerimaan murid baru, seleksi beasiswa, hingga proses penerimaan peserta didik di sekolah Garuda.
Menurut Irene, program kurasi terhubung dengan Sistem Informasi Manajemen Talenta (SIMTE), basis data nasional bagi siswa berprestasi.
“Sejak dikembangkan pada 2023, saat ini hampir 400 ribu talenta tercatat dalam sistem. Posisi saat ini sekitar 379 ribu dan kami optimistis tahun ini dapat menembus 400 ribu,” jelasnya.
Program keempat adalah penguatan Bina Talenta Indonesia yang berfokus pada peningkatan kompetensi siswa di bidang STEM, coding, kecerdasan artifisial, serta penguatan karakter.
Sementara itu, program kelima merupakan beasiswa talenta yang baru diluncurkan melalui kerja sama dengan LPDP.
“Beasiswa talenta ini menjadi bentuk dukungan nyata bagi pengembangan peserta didik berprestasi agar dapat terus melanjutkan pembinaan secara berkelanjutan,” ujar Irene.
Irene menegaskan, program-program tersebut menunjukkan potensi besar generasi muda Indonesia.
“Kita melihat bahwa anak-anak berprestasi ini luar biasa. Mereka bisa menjadi simbol sekaligus role model bagi generasi lainnya,” tuturnya.
Ia menambahkan, penguatan pembinaan talenta nasional diharapkan mampu menciptakan sumber daya manusia unggul yang siap bersaing di tingkat global.
Topik:
