Jakarta, MI - Mahasiswa Program Studi D-IV Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3), Politeknik Ketenagakerjaan Jakarta menggelar kegiatan berupa sosialisasi edukasi bahaya di lingkungan sekolah di SDN Rawa Badak Selatan 01, Kecamatan Koja, Jakarta Utara.
Menurut salah seorang mahasiswa, Hafiz Bintang Fanansyah, sosialisasi tersebut dalam rangka meningkatkan pengetahuan siswa tentang keselamatan diri di lingkungan sekolah.
"Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) selama ini lekat dengan dunia industri dan lingkungan kerja orang dewasa. Padahal, prinsip-prinsip keselamatan sejatinya penting untuk dikenalkan jauh lebih awal bahkan sejak bangku sekolah dasar," kata Hafiz Bintang Fanansyah, Jumat (5/6/2026).
Kegiatan ini dibuka dengan penyampaian materi melalui media PowerPoint yang dirancang penuh warna dan ramah anak. Setiap slide dikemas dengan ilustrasi menarik agar pesan keselamatan mudah diserap oleh siswa.
Setelah pemaparan selesai, suasana semakin meriah ketika para peserta diajak mengikuti sesi kuis untuk mengukur seberapa jauh mereka memahami materi yang baru saja diterima. Para siswa tampak antusias berebut menjawab, menciptakan atmosfer kelas yang positif, hangat, dan penuh semangat belajar.
Tidak berhenti di situ, para siswa kemudian diajak turun langsung mengidentifikasi potensi bahaya di berbagai titik dalam lingkungan sekolah mereka sendiri. Di area koridor, mereka belajar bahwa kebiasaan berlari dan saling dorong di lorong menyimpan risiko jatuh yang nyata, terutama jika lantai dalam kondisi licin.
Di area toilet, siswa diingatkan agar tidak bermain atau berlari di dalamnya, mengingat lantai yang basah sangat mudah menyebabkan tergelincir. Lebih dari itu, bahan pembersih lantai yang tidak disimpan dengan benar juga dapat membahayakan kesehatan jika tersentuh atau terhirup secara tidak sengaja.
Bergerak ke area tangga, para siswa menyadari bahwa kebiasaan sepele seperti merosot di pegangan tangga atau saling mendorong saat naik-turun dapat berujung pada cedera serius. Mereka pun dibekali kebiasaan sederhana namun bermakna: selalu berpegangan pada railing, berjalan dengan tenang, memeriksa tali sepatu sebelum melangkah, dan antre dengan tertib.
Sesampainya di area parkir, siswa memahami bahwa kawasan tersebut bukan tempat bermain bahaya tertabrak kendaraan yang keluar-masuk maupun tertimpa sepeda motor yang terparkir adalah ancaman yang tidak bisa dianggap remeh. Terakhir, di area jajan luar sekolah, mereka belajar bahwa berkerumun di pinggir jalan dan menyeberang secara sembarangan adalah perilaku yang berisiko tinggi. Siswa diajarkan untuk selalu melihat kanan-kiri-kanan, memanfaatkan zebra cross, mematuhi lampu penyeberangan, serta tidak ragu meminta bantuan orang dewasa bila diperlukan.
"Bagi Politeknik Ketenagakerjaan, khususnya Program Studi D-IV K3, kegiatan seperti ini memiliki makna yang jauh melampaui sekadar transfer pengetahuan. Mengajarkan K3 kepada anak-anak adalah tentang membentuk karakter — karakter yang kelak akan tumbuh menjadi individu yang bertanggung jawab, peka terhadap lingkungan, dan peduli pada keselamatan diri sendiri maupun orang lain. Sebab, fondasi keselamatan yang diletakkan sejak dini adalah investasi terbaik menuju kehidupan yang lebih aman dan bermakna," ungkap Hafiz.
Untuk memperkuat pemahaman siswa terhadap materi yang telah disampaikan, para mahasiswa membuat poster berisi ringkasan keselamatan yang ditempel pada mading sekolah sehingga dapat menjadi sarana edukasi dan pengingat berkelanjutan.
"Melalui kegiatan ini siswa tidak hanya memperoleh pengetahuan, tetapi juga didorong untuk mengembangkan kemampuan berpikir kritis dalam mengidentifikai bahaya serta kemampuan berpikir kreatif dalam merancang tindakan pencegahan," kata Hafiz
Kepala SDN Rawa Badak Selatan 01, Romdiyatun menyambut hangat kehadiran kegiatan ini. Baginya, menanamkan kesadaran keselamatan kepada anak-anak sejak dini bukan sesuatu yang bisa ditunda.
"Mengenalkan keselamatan kepada anak-anak sejak dini merupakan bagian dari kesadaran akan keamanan dalam setiap kegiatan, termasuk dalam proses belajar mengajar. Anak-anak perlu memahami prinsip-prinsip K3 di usia tumbuh kembang mereka, karena itulah masa yang paling tepat untuk menanamkan nilai-nilai keselamatan," ungkapnya.
Di sela-sela kegiatan, Wali Kelas 5 sekaligus guru yang bertanggung jawab atas kelas sasaran sosialisasi, Caerul Anwar, mengatakan, siswa kelas 5 sebenarnya bukan orang baru dalam hal edukasi keselamatan. Mereka sebelumnya telah mengikuti simulasi bencana bersama BPBD, pelatihan penanggulangan kebakaran, hingga pemahaman tentang cara menolak ajakan orang tak dikenal, cara merespons jika diperas, serta pentingnya melihat kanan-kiri saat berjalan di jalan menuju sekolah.
"Bekal pengalaman tersebut membuat siswa lebih siap dan responsif dalam menyerap materi yang disampaikan pada hari itu. Caerul berharap kolaborasi antara sekolah dan perguruan tinggi semacam ini dapat terus berlangsung secara berkelanjutan," kata Caerul Anwar
Kegiatan kemudian ditutup dalam suasana penuh keakraban. Yusnita Handayani, selaku dosen pembimbing dari Politeknik Ketenagakerjaan, menyerahkan plakat dan buku kepada pihak sekolah sebagai wujud apresiasi atas keterbukaan SDN Rawa Badak Selatan 01 dalam menyediakan ruang bagi kegiatan sosialisasi ini. Ia pun menyampaikan terima kasih yang tulus kepada seluruh guru, staf, dan siswa-siswi yang telah berpartisipasi dengan penuh semangat dari awal hingga akhir.

