BREAKINGNEWS

Legislator Desak APH Bongkar Dalang di Balik Serangan Aktivis: Bahaya Besar bagi Demokrasi!

I Wayan Sudirta
Anggota Komisi III DPR RI, I Wayan Sudirta (Foto: Istimewa)

Jakarta, MI – Anggota Komisi III DPR RI I Wayan Sudirta menilai serangan dan teror terhadap aktivis merupakan sinyal bahaya bagi demokrasi serta ujian nyata bagi keberanian negara dalam menegakkan hukum secara tegas dan tanpa kompromi.

Pernyataan tersebut disampaikan Wayan menanggapi insiden penyiraman air keras terhadap aktivis Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS), Andrie Yunus yang terjadi pada Kamis (12/3/2026) malam.

"Dalam negara yang mengaku menjunjung tinggi hak asasi manusia, kekerasan brutal terhadap pembela HAM seharusnya memicu respons cepat, tegas, dan transparan dari aparat penegak hukum," kata Wayan melalui keterangan tertulis yang diterima Monitorindonesia.com, Senin (16/3/2026). 

Menurut Wayan, apabila serangan terhadap aktivis tidak diusut secara menyeluruh, maka hal tersebut berpotensi memperkuat impunitas pelaku kekerasan serta mempersempit ruang aman bagi masyarakat sipil dalam menyuarakan kritik.

"Jika serangan seperti ini dibiarkan berlalu tanpa pengungkapan yang menyeluruh, maka pesan yang sampai kepada publik sangat jelas: ruang aman bagi aktivisme sipil semakin menyempit, sementara impunitas bagi pelaku kekerasan terus menemukan tempatnya," tuturnya. 

Ia menegaskan, serangan air keras terhadap aktivis HAM seharusnya menjadi alarm keras bagi negara hukum. Komitmen terhadap demokrasi, kata dia, tidak hanya diukur dari pelaksanaan pemilu yang bebas, tetapi juga dari kemampuan negara melindungi pembela keadilan. 

Wayan menilai kegagalan negara menjamin keselamatan aktivis dapat berdampak luas terhadap kepercayaan publik terhadap supremasi hukum.

Menurutnya, tidak hanya keselamatan individu yang menjadi taruhan, tetapi juga masa depan demokrasi dan kredibilitas Indonesia sebagai negara yang menjunjung tinggi hak asasi manusia.

Ia menambahkan, masyarakat kini menunggu komitmen nyata aparat penegak hukum dalam mengungkap kasus tersebut secara transparan dan akuntabel.

"Hadirnya keadilan sangat dibutuhkan untuk menyelamatkan kemerosotan demokrasi akibat kejadian saat ini. Masyarakat akan menunggu komitmen besar dalam mengungkap kasus ini," ujarnya.

Sebagai informasi, Andrie Yunus disiram air keras oleh orang tak dikenal sesaat setelah menyelesaikan rekaman podcast yang membahas isu remiliterisme dan judicial review di Indonesia. 

Peristiwa penyiraman air keras tersebut terjadi pada Kamis malam (12/3/2026) sekitar pukul 23.37 WIB.

Akibat serangan tersebut, Andrie mengalami luka bakar serius hingga sekitar 24 persen pada tubuhnya, termasuk pada bagian mata. Saat ini, korban diketahui tengah menjalani perawatan intensif.

Kasus penyiraman air keras terhadap aktivis KontraS ini menjadi sorotan publik karena dinilai berkaitan dengan keamanan aktivis dan perlindungan kebebasan berekspresi di Indonesia.

Topik:

Albani Wijaya

Penulis

Video Terbaru