Jakarta, MI— Partai Gerindra membela penuh langkah Presiden RI Prabowo Subianto yang melakukan lawatan kenegaraan ke France untuk menemui Presiden Emmanuel Macron di tengah momentum Idul Adha 2026. Gerindra menegaskan keberangkatan Prabowo bukan agenda pribadi, melainkan murni tugas negara demi memperjuangkan kepentingan nasional di tengah situasi global yang tidak menentu.
Juru Bicara Partai Gerindra, Bahtra Banong, menilai kritik terhadap kunjungan Prabowo terlalu dipolitisasi dan mengabaikan substansi diplomasi internasional yang sedang dijalankan pemerintah.
“Ini bukan perjalanan pribadi Presiden, tetapi tugas negara. Agenda kenegaraan seperti ini disusun melalui komunikasi diplomatik antarnegara yang panjang dan terukur. Kebetulan waktunya bertepatan dengan Idul Adha,” tegas Bahtra, Kamis (28/5/2026).
Bahtra menekankan, di tengah ancaman geopolitik dan ketidakpastian ekonomi global, Prabowo justru sedang bergerak aktif memperkuat posisi Indonesia di panggung dunia.
Menurutnya, hubungan Indonesia dan Prancis saat ini sangat strategis, terutama dalam sektor pertahanan, investasi, teknologi, energi, hingga industri strategis nasional.
“Yang harus dilihat publik adalah manfaat konkret untuk bangsa, mulai dari peluang investasi, penguatan ekonomi, transfer teknologi, hingga peningkatan posisi tawar Indonesia di tingkat global. Jangan agenda negara dipersempit menjadi framing simbolis yang bernuansa politis,” ujarnya.
Gerindra juga menilai semakin aktifnya Prabowo diterima dalam forum internasional menjadi bukti Indonesia semakin diperhitungkan dunia.
Bahtra menyebut Prabowo sedang menjalankan politik luar negeri bebas aktif dengan pendekatan yang langsung menyentuh kepentingan nasional.
Di tengah polemik lawatan luar negeri, publik juga menyoroti pembagian 1.098 sapi kurban yang disebut menggunakan anggaran negara. Namun Gerindra menegaskan seluruh langkah Presiden dilakukan dalam kerangka pengabdian kepada rakyat dan negara.
Bahtra mengungkapkan, Prabowo sebenarnya ingin merayakan Idul Adha bersama masyarakat di Tanah Air. Namun sebagai kepala negara, tanggung jawab diplomatik tidak bisa dihentikan hanya karena momentum hari raya.
“Kesediaan Presiden Prabowo keluar negeri di momen hari raya membuktikan bahwa kepentingan bangsa dan rakyat Indonesia berada di atas segala-galanya. Ini adalah bentuk pengabdian seorang kepala negara,” tegas Wakil Ketua Komisi II DPR RI tersebut.
Ia juga mengingatkan bahwa Indonesia harus menghormati jadwal diplomatik yang telah disiapkan pemerintah Prancis dan Presiden Macron.**

