Jakarta, MI– PDI Perjuangan (PDIP) menyambut positif apresiasi Partai Gerindra terhadap sikap kenegarawanan Megawati Soekarnoputri yang tetap menjalin hubungan baik dengan Presiden Prabowo Subianto meski partainya berada di luar pemerintahan. Namun, PDIP menolak keras upaya membandingkan Megawati dengan mantan Wakil Menteri Luar Negeri, Dino Patti Djalal.
Ketua DPP PDIP Andreas Hugo Pareira menegaskan hubungan antara Megawati dan Prabowo bukanlah hal baru. Menurutnya, keduanya telah lama memiliki komunikasi dan hubungan personal yang baik, terlepas dari dinamika politik yang terjadi.
"Hubungan Ibu Megawati dan Pak Prabowo sejak lama berjalan baik dan tetap terjaga hingga sekarang. Karena itu, tidak ada yang luar biasa dari sikap saling menghormati di antara keduanya," ujar Andreas.
Meski mengapresiasi pernyataan Gerindra yang memuji Megawati sebagai tokoh negarawan, Andreas menilai perbandingan dengan Dino Patti Djalal tidak relevan dan keluar dari konteks persoalan.
Menurutnya, persoalan yang melibatkan Megawati dan Dino berada pada ranah yang berbeda sehingga tidak dapat dijadikan bahan perbandingan politik.
"Urusan Ibu Megawati berbeda dengan urusan Dino Patti Djalal. Konteks maupun substansinya tidak sama," tegas Andreas.
PDIP juga menilai upaya menghubungkan dua figur tersebut terkesan dipaksakan dan berpotensi mengaburkan substansi perdebatan yang sebenarnya.
Pernyataan ini merupakan respons atas komentar sejumlah politisi Gerindra yang sebelumnya memuji sikap Megawati pasca momen kebersamaan dengan Presiden Prabowo. Momen tersebut menuai perhatian publik karena dinilai menunjukkan hubungan politik yang semakin cair di tengah perbedaan posisi antara pemerintah dan oposisi.
Di tengah menghangatnya dinamika politik nasional, PDIP menegaskan tetap menghormati pemerintahan Prabowo sekaligus menjalankan peran politiknya secara independen di luar koalisi. Sikap itu, menurut partai berlambang banteng tersebut, merupakan bagian dari komitmen menjaga demokrasi dan keseimbangan politik nasional.
Perdebatan soal kenegarawanan dan posisi politik tokoh nasional pun diperkirakan masih akan menjadi sorotan, terutama setelah munculnya berbagai respons terhadap kedekatan Megawati dan Prabowo yang belakangan semakin terbuka di ruang publik.**

