Jakarta, MI– Ketua Umum Partai Gelora sekaligus Wakil Menteri Luar Negeri, Anis Matta, mengingatkan seluruh kader Partai Gelora yang duduk di kursi DPRD agar bersiap menghadapi tingginya ekspektasi dan tekanan publik terhadap pemerintah.
Menurutnya, menjadi bagian dari kekuasaan berarti harus siap menerima kritik, protes, bahkan guncangan politik setiap hari.
Pesan itu disampaikan Anis saat memberikan arahan kepada peserta Bimbingan Teknis Nasional (Bimteknas) Partai Gelora, Sabtu (13/6/2026).
Dalam pidatonya, Anis menegaskan bahwa kader Gelora yang kini berada di parlemen daerah menghadapi tantangan yang sama dengan dirinya dan Fahri Hamzah yang menjadi bagian dari Kabinet Merah Putih.
"Nasib saudara juga sama dengan saya dan Pak Fahri yang sekarang berada di kabinet, yang setiap hari diprotes dan digoyang," kata Anis.
Menurut dia, posisi sebagai bagian dari pemerintahan tidak hanya menuntut kemampuan bekerja, tetapi juga kecakapan mengelola tekanan politik dan persepsi publik. Seorang pejabat atau legislator bisa saja bekerja dengan baik secara individu, namun tetap terkena dampak ketika masyarakat menilai kinerja pemerintah secara keseluruhan belum memuaskan.
Anis menilai situasi tersebut merupakan tantangan yang sedang dihadapi hampir seluruh pemerintahan di dunia. Ketidakpastian ekonomi global, tekanan sosial, dan tuntutan masyarakat yang terus meningkat membuat pemerintah di berbagai negara berada dalam posisi yang tidak mudah.
"Situasi makro saat ini membuat hampir semua negara menghadapi tantangan yang sama, yaitu bagaimana bertahan dan menjawab berbagai tuntutan masyarakat," ujarnya.
Dalam kesempatan itu, Anis juga menyoroti capaian Partai Gelora yang berhasil mengantarkan 73 kadernya menjadi anggota DPRD hasil Pemilu 2024. Ia menyebut para legislator tersebut sebagai generasi pertama yang akan menentukan arah dan masa depan partai di tingkat daerah.
Anis berharap keberadaan kader Gelora di DPRD tidak hanya menjadi representasi politik semata, tetapi juga mampu membangun basis dukungan yang lebih kuat menjelang pemilu berikutnya.
"Saudara-saudara adalah fondasi dan pilar masa depan Partai Gelora. Keberhasilan kalian di daerah akan menentukan seberapa besar partai ini berkembang pada masa mendatang," tegasnya.
Pernyataan Anis muncul di tengah meningkatnya sorotan publik terhadap berbagai kebijakan pemerintah, mulai dari isu ekonomi, program Makan Bergizi Gratis (MBG), hingga gelombang demonstrasi mahasiswa yang menuntut evaluasi sejumlah program nasional.
Bagi Partai Gelora yang kini menjadi bagian dari koalisi pendukung pemerintahan Presiden Prabowo Subianto, kemampuan kader menghadapi kritik publik dinilai menjadi salah satu kunci untuk menjaga kepercayaan masyarakat sekaligus memperkuat posisi politik partai menjelang kontestasi politik berikutnya.**

