Jakarta, MI – Adu argumen antara elite PDI Perjuangan (PDIP) dan Partai Demokrat terus memanas. Polemik bermula dari pernyataan Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) yang meminta PDIP tetap memberikan kritik konstruktif meski berada di luar pemerintahan.
Pernyataan itu dibalas keras oleh Ketua DPP PDIP Deddy Sitorus yang menilai AHY justru melontarkan narasi bernada menghasut.
Deddy menegaskan PDIP berulang kali dijadikan sasaran tudingan tanpa dasar setiap kali muncul gejolak politik maupun aksi demonstrasi.
"Tahun 2025 kami dituding sebagai dalang demo. Sekarang juga dituding menjadi dalang demo. Faktanya, tidak ada satu pun kader PDI Perjuangan yang diproses hukum. Tuduhan itu gugur dengan sendirinya," kata Deddy di Kompleks Parlemen, Senayan.
Menurutnya, pola serupa kembali terjadi pada 2026 ketika nama kader PDIP, Andi Widjajanto, ikut dikaitkan dengan aksi demonstrasi tanpa bukti yang jelas.
"Sekarang sama saja. Andi Widjajanto dituduh menjadi dalang demo. Bahkan seorang Menko seperti AHY mengatakan jangan menghasut. Lagi-lagi ini menunjukkan bahwa berada di luar pemerintahan selalu membuat kami mudah dijadikan kambing hitam," ujarnya.
Deddy menilai tudingan tersebut lebih banyak dibangun atas asumsi dibandingkan fakta. Ia bahkan menduga sorotan terhadap posisi politik PDIP justru mencerminkan adanya dinamika dan ketidakpuasan di internal partai-partai pendukung pemerintah.
"Saya melihat kemungkinan ada ketidakpuasan di kalangan mereka sendiri terhadap posisi mereka di pemerintahan, atau mungkin ingin mencari perhatian lebih dari presiden. Tapi kalau menurut saya, mereka asal bunyi tanpa fakta yang mendukung," tegasnya.
Pernyataan tersebut langsung memicu respons dari kubu Demokrat. Partai berlambang bintang mercy itu membantah keras tudingan bahwa AHY menghasut PDIP. Demokrat menegaskan pernyataan AHY semata-mata merupakan ajakan agar seluruh kekuatan politik tetap menjaga persatuan dan menyampaikan kritik secara konstruktif.**
