BREAKINGNEWS

AI Mulai Ubah Dinamika di Pesantren, PKB Ingatkan Kiai Jangan Kehilangan Wibawa

AI Mulai Ubah Dinamika di Pesantren, PKB Ingatkan Kiai Jangan Kehilangan Wibawa
Hasanuddin Wahid.

Jakarta, MI– Perkembangan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) mulai memengaruhi proses pembelajaran di pondok pesantren. Sekretaris Jenderal PKB Hasanuddin Wahid mengungkapkan, tidak sedikit kiai dan ustaz yang kini menghadapi santri yang membantah penjelasan mereka dengan rujukan dari AI.

Fenomena tersebut, menurut Hasanuddin, bahkan membuat sebagian pengajar di pesantren merasa kehilangan kepercayaan diri ketika berhadapan dengan santri yang datang membawa referensi digital yang lebih lengkap.

"Dalam beberapa pesantren, para ustaz mengeluh karena saat menjelaskan hukum-hukum agama, santri justru menjawab, 'Di AI tidak begitu, Kiai'," kata Hasanuddin Wahid dalam Diskusi Publik Ruang Temu AI dan Agama di Kantor DPP PKB, Jakarta, Rabu (15/7/2026).

Ia menjelaskan, AI mampu menyajikan rujukan dari berbagai kitab lengkap dengan halaman, dalil, dan penjelasan pendukung, sehingga sering kali membuat santri merasa memiliki argumen yang lebih kuat dibandingkan penjelasan yang disampaikan guru mereka.

"AI-nya lengkap. Bisa menunjukkan kitab ini, halaman sekian, dalilnya ini. Bahkan lebih lengkap daripada penjelasan ustaz atau kiainya," ujar Hasanuddin.

Menurutnya, kondisi tersebut menjadi tantangan baru bagi dunia pendidikan Islam karena dapat menggerus otoritas moral dan kepercayaan diri para pemuka agama jika tidak disikapi secara tepat.

"Itu membuat kiainya kemudian agak rendah diri. Ini gawat kalau sampai kiai lebih rendah diri, kalah dengan ciptaan manusia," tegasnya.

Hasanuddin menilai perkembangan AI tidak hanya menghadirkan kemudahan dalam mengakses ilmu pengetahuan, tetapi juga memunculkan persoalan etika dan relasi antara teknologi dengan otoritas keagamaan.

Karena itu, ia menegaskan AI harus diposisikan sebagai alat bantu, bukan pengganti guru, ulama, maupun pemuka agama.

"AI hanyalah alat. AI tidak bisa menggantikan agama, tidak bisa menggantikan guru maupun pemuka agama. Justru tantangan kita sekarang adalah bagaimana memanfaatkan AI untuk memperkuat kehidupan beragama, bukan melemahkannya," katanya.

Ia menambahkan, perkembangan teknologi harus direspons dengan peningkatan kapasitas para pendidik agar mampu memanfaatkan AI sebagai sarana memperkaya proses belajar mengajar, tanpa menghilangkan peran sentral kiai sebagai pembimbing ilmu, akhlak, dan nilai-nilai keagamaan.**

Topik:

Edison Efrizal

Penulis

Video Terbaru

AI Mulai Ubah Dinamika di Pesantren, PKB Ingatkan Kiai Jangan Kehilangan Wibawa | Monitor Indonesia