BREAKINGNEWS

Gagal di Pemilu 2024, Hanura Panaskan Mesin Politik: Tak Ada Waktu untuk Saling Menyalahkan

Gagal di Pemilu 2024, Hanura Panaskan Mesin Politik: Tak Ada Waktu untuk Saling Menyalahkan
Wakil Ketua Umum Hanura, Rio Capella

Jakarta, MI – Partai Hanura mulai mengubah strategi politik setelah gagal meraih hasil maksimal pada Pemilu 2024. Menghadapi pertarungan 2029, seluruh kader diminta berhenti terjebak dalam kegagalan masa lalu dan mulai bekerja membangun kembali kekuatan partai dari tingkat bawah.

Pesan itu disampaikan Ketua Tim Task Force DPP Hanura Rio Capella saat bertemu jajaran pengurus Hanura se-Provinsi Banten di Karawaci, Tangerang, Sabtu (8/8/2026).

Rio menegaskan, kegagalan pada Pemilu 2024 harus dijadikan bahan evaluasi, bukan alasan untuk terus mencari siapa yang patut disalahkan.

“Kalau kemarin kita gagal, tidak usah kita melihat ke belakang. Kalau kita melihat ke belakang maka kita selalu mencari kesalahan orang. Hanura harus melihat forward, ke depan!” tegas Rio.

Menurut dia, tantangan Hanura saat ini bukan mempertahankan perdebatan internal mengenai kegagalan sebelumnya, melainkan memastikan seluruh struktur partai siap menghadapi Pemilu 2029.

Rio meminta kader mulai menyusun langkah konkret, memperkuat organisasi, serta membangun kembali hubungan politik dengan masyarakat.

“Dan melihat ke depan, kita melihat apa yang harus kita lakukan dalam menghadapi Pemilu 2029 yang akan datang. Itulah sebuah ciri organisasi yang sehat,” ujarnya.

Hanura juga mulai mengubah paradigma dalam menghadapi kontestasi politik. Partai menilai kemenangan tidak akan lahir hanya dari banyaknya rapat, kegiatan seremonial, atau kekuatan finansial.

Kerja politik yang nyata dan keberadaan kader yang memiliki komitmen dinilai jauh lebih menentukan.

“Kemenangan partai ini di 2029 bukan karena sering rapat. Kemenangan partai ini 2029 bukan hanya faktor materi saja,” kata Rio.

Dia menegaskan, kebangkitan Hanura sangat bergantung pada kesungguhan kader menjalankan kerja politik di lapangan.

“Partai ini bisa kembali bangkit kalau partai ini kerja, kalau partai ini ada kader yang betul-betul sungguh-sungguh niat tulus ikhlas untuk membesarkan partai ini,” tegasnya.

Rio menyebut sedikitnya ada tiga faktor utama yang harus menjadi perhatian Hanura menuju Pemilu 2029. Ketiganya adalah kerja nyata partai, kesungguhan kader, dan kemampuan mengembalikan kepercayaan masyarakat.

Karena itu, konsolidasi tidak boleh berhenti di tingkat elite maupun rapat-rapat internal. Struktur partai di daerah didorong memperkuat jaringan hingga lapisan masyarakat paling bawah.

Rio juga mengingatkan bahwa agenda membesarkan Hanura bukan pekerjaan individu atau kelompok tertentu. Seluruh jajaran harus bergerak dalam satu strategi politik yang terukur.

“Kerja ini bukan kerja sendiri-sendiri. Membesarkan Partai Hanura ini perlu kerja sama yang sungguh-sungguh di antara kita,” ujarnya.

Penegasan tersebut menjadi sinyal bahwa Hanura ingin menjadikan periode menuju 2029 sebagai momentum pembenahan serius. Partai tidak ingin kegagalan 2024 kembali terulang akibat lemahnya struktur dan minimnya kerja politik di tengah masyarakat.**

Topik:

Edison Efrizal

Penulis

Video Terbaru

Gagal di Pemilu 2024, Hanura Panaskan Mesin Politik: Tak Ada Waktu untuk Saling Menyalahkan | Monitor Indonesia