BREAKINGNEWS

Gerindra Klaim Rapor Prabowo “Oke”, Tapi Kepuasan Publik Baru 63 Persen

Gerindra Klaim Rapor Prabowo “Oke”, Tapi Kepuasan Publik Baru 63 Persen
Prabowo Subianto saat panen raya di Malang.

Jakarta, MI – Partai Gerindra membantah penilaian positif terhadap kinerja Presiden Prabowo Subianto sebagai klaim sepihak. Partai pengusung utama Prabowo itu menyebut rapor pemerintahan saat ini memiliki dasar berdasarkan sejumlah indikator kinerja dan hasil survei kepuasan publik.

Juru Bicara Partai Gerindra Sugiat Santoso mengatakan penilaian “oke” terhadap pemerintahan Prabowo mencerminkan kebijakan pemerintah yang dinilai masih berada di jalur yang tepat.

“Ini bukti nyata bahwa arah kebijakan pemerintah berada di jalur yang benar (on the right track),” kata Sugiat dalam keterangannya, Minggu (9/8/2026).

Sugiat merujuk hasil survei Indonesia Political Opinion (IPO) yang mencatat tingkat kepuasan publik terhadap pemerintahan Prabowo mencapai 63 persen.

Namun, angka tersebut juga menunjukkan bahwa masih terdapat ruang evaluasi bagi pemerintah. Gerindra sendiri mengakui pemerintahan Prabowo tidak boleh menutup mata terhadap kritik dan pengawasan publik.

Menurut Sugiat, salah satu ukuran kinerja pemerintah terlihat dari kemampuannya menjaga stabilitas ekonomi nasional di tengah tekanan ekonomi global.

Ia mencontohkan kebijakan pemerintah mempertahankan harga BBM bersubsidi. Menurutnya, langkah tersebut dilakukan untuk menjaga daya beli masyarakat sekaligus menekan risiko inflasi.

“Kami melihat di tengah gejolak perekonomian global yang membuat banyak negara menaikkan harga energi, pemerintah berhasil menjaga stabilitas ekonomi domestik. BBM bersubsidi tidak dinaikkan demi menjaga daya beli rakyat dan mencegah inflasi,” ujarnya.

Gerindra juga menyoroti kinerja Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara). Sugiat mengklaim kinerja finansial lembaga tersebut meningkat signifikan hingga 300–400 persen.

Menurut dia, capaian tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah memperbaiki tata kelola aset negara sekaligus menutup celah kebocoran anggaran.

Di sektor infrastruktur, pemerintah juga disebut telah membangun hampir 2.500 jembatan desa di berbagai wilayah Indonesia.

Sugiat menilai pembangunan tersebut menunjukkan pemerintah tidak hanya mengejar proyek infrastruktur berskala besar, tetapi juga menyasar kebutuhan dasar masyarakat di daerah.

“Pemerintah tidak hanya fokus pada proyek megastruktur, tetapi juga pada infrastruktur mikro yang berdampak langsung pada kehidupan harian warga,” katanya.

Ia menyebut pembangunan jembatan desa berkaitan langsung dengan konektivitas wilayah, distribusi hasil pertanian, hingga akses anak-anak sekolah di daerah pelosok.

Meski memberikan penilaian positif, Gerindra mengingatkan pemerintah agar tidak alergi terhadap kritik. Sugiat menegaskan masukan dan pengawasan publik tetap dibutuhkan untuk memastikan berbagai program pemerintah berjalan sesuai sasaran.

“Pemerintah tetap terbuka terhadap masukan, kritik, serta pengawasan publik demi memastikan seluruh program prorakyat berjalan tepat sasaran hingga akhir periode,” ujarnya.

Dengan tingkat kepuasan publik sebesar 63 persen, Gerindra menilai pemerintahan Prabowo masih berada di jalur yang positif. Namun, angka tersebut sekaligus menjadi pengingat bahwa pemerintah masih memiliki pekerjaan besar untuk mempertahankan bahkan meningkatkan kepercayaan masyarakat.**

Topik:

Edison Efrizal

Penulis

Video Terbaru

Gerindra Klaim Rapor Prabowo “Oke”, Tapi Kepuasan Publik Baru 63 Persen | Monitor Indonesia