Jakarta, MI – Elektabilitas Presiden Prabowo Subianto masih berada di posisi teratas dalam bursa calon presiden 2029. Partai NasDem menilai kondisi tersebut bukan sesuatu yang mengejutkan karena Prabowo saat ini masih memegang posisi sebagai Presiden RI.
Sekretaris Jenderal Partai NasDem Hermawi Taslim mengatakan posisi Prabowo sebagai petahana memberikan keuntungan tersendiri dalam hal tingkat keterkenalan dan perhatian publik.
"Survei itu kan potret sesaat. Dan adalah sangat wajar kalau Prabowo masih yang tertinggi, karena sekarang beliau masih menjadi petahana yang sedang berkuasa," ujar Hermawi, Minggu (9/8/2026).
Meski demikian, NasDem menilai terlalu dini untuk memastikan Prabowo akan kembali bertarung dalam Pilpres 2029. Hermawi mengingatkan bahwa Prabowo sendiri pernah menyatakan keputusan maju untuk periode kedua akan bergantung pada keberhasilan pemerintahannya pada periode pertama.
"Kalau ia sukses di jilid 1, beliau akan maju di jilid 2. Jadi kita tunggu saja sampai akhir jilid 1, dan kita lihat apakah Prabowo akan maju lagi atau tidak," katanya.
Menurut Hermawi, secara politik Prabowo memiliki modal kuat untuk kembali maju. Selain berstatus sebagai Presiden, Prabowo juga masih memimpin Partai Gerindra.
"Apalagi beliau masih menjadi ketua partai besar seperti Gerindra," tegasnya.
Prabowo Unggul Tipis dari Dedi Mulyadi
Hasil survei Indonesia Political Opinion (IPO) yang menjadi salah satu rujukan dalam pembahasan ini menunjukkan Prabowo memperoleh elektabilitas 23,4 persen dalam simulasi terbuka.
Direktur Eksekutif IPO Dedi Kurnia Syah mengatakan posisi Prabowo sebagai Presiden membuat namanya masih kuat dalam ingatan publik.
"Dalam simulasi terbuka, di mana responden bebas menjawab tanpa intervensi, nama Presiden Prabowo Subianto masih berada di posisi teratas, meskipun memang tidak signifikan meninggalkan nama-nama yang lain," ujar Dedi.
Namun, keunggulan tersebut belum bisa dianggap aman. Dedi menilai tingkat elektabilitas Prabowo akan sangat ditentukan oleh seberapa besar masyarakat merasakan manfaat kebijakan pemerintah.
"Ingatan publik semacam ini perlu dijaga, tentu dengan kebijakan yang dekat dengan kebutuhan publik," katanya.
Dedi menilai apabila program pemerintah mendapatkan penilaian positif dari masyarakat, posisi Prabowo akan semakin kuat menghadapi kontestasi Pilpres 2029.
"Jika semua program Presiden diterima dan mendapat penilaian baik, akan menjadi lebih bagi Presiden Prabowo untuk kembali memenangi kontestasi di periode keduanya," ujar Dedi.
Dalam survei tersebut, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menempati posisi kedua dengan elektabilitas 21,7 persen. Selanjutnya, Anies Baswedan memperoleh 11,5 persen, Agus Harimurti Yudhoyono 4,5 persen, Ganjar Pranowo 4,1 persen, dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka 3,9 persen.**
