BREAKINGNEWS

Survei IPO Tempatkan Prabowo di Puncak, PDI-P Mulai Baca Persaingan Pilpres 2029

Survei IPO Tempatkan Prabowo di Puncak, PDI-P Mulai Baca Persaingan Pilpres 2029
Kampanye PDI Perjuangan yang diramaikan puluhan ribu pendukung.

Jakarta, MI— Nama Presiden Prabowo Subianto mulai menempati posisi teratas dalam peta elektabilitas menuju Pilpres 2029. Namun, PDI-P mengingatkan keunggulan tersebut belum bisa dianggap sebagai tiket aman menuju periode kedua.

Hasil survei Indonesia Political Opinion (IPO) menempatkan Prabowo sebagai tokoh dengan elektabilitas tertinggi jika Pilpres digelar saat survei dilakukan. Prabowo memperoleh dukungan 23,4 persen responden.

Angka itu memang menempatkan Prabowo di posisi pertama. Namun, jaraknya dengan pesaing terdekat belum terlalu lebar. Gubernur Jawa Barat berada di posisi kedua dengan elektabilitas 21,7 persen.

Direktur Eksekutif IPO Dedi Kurnia Syah mengatakan posisi Prabowo sebagai presiden masih memberikan pengaruh besar terhadap tingkat keteringatan publik.

"Nama Presiden Prabowo Subianto masih berada di posisi teratas, meskipun memang tidak signifikan meninggalkan nama-nama yang lain," kata Dedi.

Menurut Dedi, tingginya elektabilitas Prabowo belum menjadi jaminan kemenangan pada 2029. Dukungan publik masih sangat mungkin berubah seiring kinerja pemerintahan dalam beberapa tahun ke depan.

"Ingatan publik semacam ini perlu dijaga, tentu dengan kebijakan yang dekat dengan kebutuhan publik," ujarnya.

Dedi menilai keberhasilan pemerintah menjalankan program dan menghadirkan kebijakan yang benar-benar dirasakan masyarakat akan menjadi faktor penting jika Prabowo kembali maju.

"Jika semua program Presiden diterima dan mendapat penilaian baik, akan menjadi lebih bagi Presiden Prabowo untuk kembali memenangi kontestasi di periode keduanya," kata dia.

PDI-P: Belum Saatnya Bicara Kemenangan

PDI-P meminta hasil survei tersebut tidak dibaca sebagai gambaran final pertarungan Pilpres 2029. Ketua DPP PDI-P Andreas Hugo Pareira menegaskan kontestasi masih terlalu jauh untuk menyimpulkan siapa yang akan menjadi pemenang.

"Survei kan potret hari ini, pilpres masih tiga tahun lagi," ujar Andreas.

Ia juga menilai keputusan mengenai apakah Prabowo akan kembali maju sebagai calon presiden pada 2029 merupakan kewenangan Prabowo sendiri.

"Soal lanjut atau tidak, Pak Prabowo yang paling tahu. Saya tidak mampu meramal. Soal ramal-meramal politik wilayahnya pengamat," katanya.

Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa partai politik mulai membaca dinamika Pilpres 2029, meski tahapan pertarungan masih panjang. Elektabilitas yang tinggi saat ini belum otomatis bertahan hingga hari pemungutan suara.

Peta Elektabilitas Mulai Terlihat

Di bawah Prabowo dan Gubernur Jawa Barat, posisi ketiga ditempati Anies Baswedan dengan elektabilitas 11,5 persen.

Selanjutnya, Agus Harimurti Yudhoyono memperoleh 4,5 persen, Ganjar Pranowo 4,1 persen, dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka 3,9 persen.

Komposisi tersebut memperlihatkan Prabowo memang unggul dalam survei terbuka IPO. Namun, selisih dengan pesaing terdekat menunjukkan persaingan masih sangat terbuka.

Dengan waktu sekitar tiga tahun menuju Pilpres 2029, kekuatan elektoral para tokoh masih dapat berubah drastis. Kinerja pemerintahan, kondisi ekonomi, kepuasan publik, dinamika partai politik, hingga munculnya figur baru akan menjadi penentu.**

Topik:

Edison Efrizal

Penulis

Video Terbaru

Survei IPO Tempatkan Prabowo di Puncak, PDI-P Mulai Baca Persaingan Pilpres 2029 | Monitor Indonesia