Jakarta, MI — Para sekretaris jenderal partai politik pendukung pemerintahan Presiden Prabowo Subianto merapat. Mereka berkumpul menjelang pembahasan agenda besar pemerintah, termasuk menghadapi APBN 2027.
Pertemuan elite partai pendukung pemerintah itu berlangsung pada Kamis (13/8/2026) malam. Sekjen Partai Gerindra Sugiono menjadi tuan rumah pertemuan yang dikemas dalam suasana makan malam dan silaturahmi kebangsaan.
Di tengah pertemuan tersebut, muncul pesan politik yang cukup jelas: partai-partai pendukung pemerintah ingin menjaga kesatuan sikap menghadapi agenda ekonomi dan politik pemerintahan Prabowo.
Wasekjen PDIP sekaligus Ketua Fraksi PDIP DPR, Utut Adianto, melihat pertemuan tersebut sebagai sesuatu yang lumrah dalam percaturan politik.
"Kalau saya nggak bisa berkomentar, karena ini yang harusnya nanyanya ke Pak Hasto. Tetapi, kalau saya melihat, orang bertemu itu bagian dari part of the game kan, wajar... wajar," kata Utut kepada wartawan di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (14/8/2026).
Utut bahkan melihat ada kemungkinan pertemuan tersebut berkaitan dengan upaya menyatukan pandangan menghadapi kebijakan anggaran pemerintah.
"Mereka bersatu, mungkin mau satu visi menghadapi APBN, mau satu visi dalam nota keuangan," ujar Utut.
Bukan Sekadar Makan Malam
Pertemuan para sekjen itu terjadi sehari sebelum Presiden Prabowo menyampaikan pidato kenegaraan dan agenda terkait Nota Keuangan serta RAPBN 2027 di hadapan DPR.
Karena itu, pertemuan tersebut memiliki konteks politik yang kuat. Pemerintah membutuhkan dukungan politik untuk memastikan agenda APBN 2027 berjalan seiring dengan target pembangunan yang telah ditetapkan.
Sugiono menyebut pertemuan itu sebagai momentum memperkuat gotong royong sekaligus melakukan refleksi terhadap perjalanan hampir dua tahun pemerintahan Prabowo.
Namun, di balik narasi silaturahmi, konsolidasi elite partai pendukung pemerintah menunjukkan upaya membangun satu barisan politik menghadapi agenda pemerintahan ke depan.
APBN bukan sekadar angka penerimaan dan belanja negara. Di dalamnya terdapat arah kebijakan pemerintah, prioritas pembangunan, program sosial, investasi, hingga strategi menjaga pertumbuhan ekonomi.
Karena itu, kesamaan sikap partai pendukung menjadi modal politik penting bagi pemerintahan Prabowo ketika RAPBN 2027 mulai dibahas bersama DPR.
PDIP sendiri tidak hadir dalam pertemuan tersebut. Partai yang dipimpin Megawati Soekarnoputri itu berada dalam posisi politik yang berbeda dari partai-partai yang secara terbuka berada dalam barisan pendukung pemerintahan.**
