Jakarta, MI– Pertemuan para sekretaris jenderal (sekjen) partai politik di kediaman Sekjen Partai Gerindra Sugiono di kawasan Widya Chandra, Jakarta Selatan, belum menghasilkan pembahasan politik secara khusus.
Namun, Sekjen Partai Golkar Sarmuji memberi sinyal bahwa agenda politik bisa menjadi pembahasan dalam pertemuan berikutnya.
Sarmuji mengungkapkan, pertemuan yang berlangsung pada Kamis (13/8/2026) malam tersebut memang sempat menyinggung persoalan politik. Namun, belum ada agenda atau keputusan politik yang dibahas secara serius.
"Cuman ya sekadar—ya, namanya obrolan politik, nyinggung-nyinggung politik sedikit ada. Tetapi pembahasan yang khusus enggak ada, belum ada. Mungkin dalam pertemuan selanjutnya," kata Sarmuji kepada wartawan, Sabtu (15/8/2026).
Pernyataan tersebut membuka kemungkinan komunikasi antarsekjen partai koalisi akan memasuki pembahasan politik yang lebih serius pada pertemuan mendatang.
Sarmuji sebelumnya menjelaskan, pertemuan para sekjen lebih banyak diisi silaturahmi dan refleksi terhadap perjalanan pemerintahan menjelang HUT ke-81 Kemerdekaan RI.
"Pertemuan itu hanya silaturahmi saja. Silaturahim antar sekjen partai koalisi, dan kita mendiskusikan sekaligus merefleksikan menjelang 17-an, apakah langkah-langkah yang sudah kita lakukan di dalam koalisi, langkah-langkah pemerintah, sudah mendekatkan pada cita-cita kemerdekaan?" ujarnya.
Dia juga memastikan tidak ada pembahasan khusus mengenai reshuffle kabinet dalam pertemuan tersebut.
Meski demikian, kehadiran banyak sekjen partai dalam satu forum membuat pertemuan itu memiliki bobot politik tersendiri. Sejumlah partai yang hadir antara lain Gerindra, Golkar, PKB, Demokrat, PAN, PKS, NasDem, PSI, PBB, Gelora, Garuda, dan Partai Rakyat Adil Makmur.**
