Diikuti 6.433 Mahasiswa Baru, Senam Sendok Kursi UNJ Diganjar Rekor MURI

Monitorindonesia.com - Universitas Negeri Jakarta (UNJ) meraih Piagam Penghargaan Museum Rekor-Dunia Indonesia (MURI) atas rekor senam sendok kursi (Sensi) dengan peserta terbanyak yang dilakukan secara virtual oleh 6.433 mahasiswa baru.
Penghargaan tersebut diberikan pada penutupan Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) yang dilakukan secara bauran, yakni dengan luring yang diselenggarakan di Cikarang, Jawa Barat, dan daring.
"PKKMB UNJ 2021 untuk memberikan pemahaman pada mahasiswa baru agar cepat beradaptasi dalam kehidupan kampus. Jumlah mahasiswa baru UNJ 2021 sebanyak 6.433,” ujar Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni UNJ, Abdul Sukur, di Jakarta, Minggu (22/8/2021).
Penutupan PKKMB dihadiri Dirjen Pengelolaan Daerah Aliran Sungai dan Rehabilitasi Hutan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Helmi Basalamah, Staf Khusus Kementerian Investasi dan Penanaman Modal, Pradana Indraputra, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bekasi, Carwinda, dan Dewan Penyantun UNJ, Sylviana Murni.
Penghargaan diberikan langsung oleh Manajer MURI, Awan Rahargo, dan diterima oleh Rektor UNJ Komarudin.
“Salah satu rangkaian kegiatan PKKMB UNJ 2021 menjadi atensi kami dimana UNJ melakukan senam virtual oleh peserta mahasiswa baru terbanyak di Indonesia” ujar Awan, dikutip Antara.
Komarudin mengucapkan terima kasih kepada MURI yang kembali memberikan piagam kepada UNJ ketiga kalinya. Dalam sambutannya, Komarudin juga mengucapkan selamat datang dan selamat bergabung kepada seluruh mahasiswa baru UNJ, kampus perjuangan, pusat pemikiran, dan tanah peradaban.
“Saudara merupakan mahasiswa pilihan dari sekian banyak calon yang berminat masuk UNJ. Untuk itu, harus mempunyai rasa bangga menjadi mahasiswa Universitas Negeri Jakarta” jelas Komarudin.
Komarudin berharap PKKMB dapat menambah pengetahuan, wawasan dan membentuk karakter kemahasiswaan yang tangguh, cerdas, inovatif dan kompetitif, sebagaimana peran sentral mahasiswa sebagai agen perubahan bangsa.
Terdapat tiga kunci penting untuk menjadi agen perubahan, yakni harus mampu menjadi juara dan teladan di bidang akademik, di organisasi kemahasiswaan, di keluarga, masyarakat, dan bagi bangsa.
Topik:
