Ketum HIPMI dan Walikota Medan Beri Penghormatan Terakhir kepada Almarhum Sabam Sirait

Monitorindonesia.com - Ketua Umum Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Mardani H Maming bersama Walikota Medan, Sumatera Utara Booby Nasution memberi penghormatan terakhir kepada almarhum politisi senior PDI Perjuangan Sabam Sirait di rumah duka Jalan Depsos No.34 RT 008 RW 01, Bintaro, Pesanggrahan, Jakarta Selatan pada Jumat (1/10/2021).
Mardani dan Bobby kompak menyampaikan doa dan belasungkawa yang sedalam-dalamnya kepada keluarga besar almarhum Sabam Sirait. Bobby dan Mardani diterima perwakilan keluarga besar almarhum Maruarar Sirait.
"Semoga almarhum pak Sabam diterima di sisi Tuhan yang Maha Kuasa. Doa kami keluarga yang ditinggal diberi kekuatan dan ketabahan," ujar Mardani.
Mardani juga mengatakan, dirinya banyak belajar dari Sabam Sirait. Dia juga mengaku sangat kehilangan atas kepergian anggota DPR RI 7 periode itu.
"Pak Sabam kita kenal sebagai guru politik yang lebih mengutamakan kepentingan bangsa dan negara," ucapnya.
Sebagaimana diketahui, Sabam Sirait wafat pada Rabu sekitar pukul 22.37 malam. Pak Dabam wafat pada usia 85 tahun.
Sabam Sirait lahir di Tanjungbalai, Sumatera Utara, 13 Oktober 1936. Semasa hidupnya Sabam menempati jabatan penting di negara ini.
Sabam merupakan anggota DPR Gotong Royong (DPR-GR) periode 1967-1973, anggota DPR RI periode 1973-1982, anggota Dewan Pertimbangan Agung Republik Indonesia (DPA-RI) periode 1983-1993, dan anggota DPR RI periode 1992-2009.
Jejak politik almarhum dimulai saat menjadi pejabat Sekjen Partai Kristen Indonesia atau Parkindo periode 1963 hingga 1967 serta Sekjen Parkindo periode 1967-1973.
Sabam kemudian menjadi salah satu penandatangan deklarasi pembentukan Partai Demokrasi Indonesia pada 10 Januari 1973. Bahkan, Sabam menjadi sekjen pertama partai tersebut. Sabam mengemban jabatan sebagai Sekjen PDI selama tiga periode hingga 1986. Sabam juga salah satu deklarator PDI Perjuangan.[Lin]
Topik:
