Pesan Alamarhum Sabam Sirait yang Membuat Hati Ganjar Bergetar

Monitorindonesia.com - Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo memberi penghormatan terakhir kepada sesepuh PDI Perjuangan Sabam Sirait di rumah duka Jalan Depsos No.34 RT 008 RW 01, Bintaro, Pesanggrahan, Jakarta Selatan, Kamis (20/9/2021) malam. Almarhum Sabam Sirait menurut Ganjar adalah politisi luar biasa.
"Kamu lihat IG (Instagram) ku hari ini karena waktu beliau ulang tahun yang di kasih kue saya. Bayangin beliau ulang tahun ke-83 saya yang di kasih kuenya," ucap Ganjar Pranowo kepada Monitorindonesia.com.
Menurut Ganjar, Sabam Sirait adalah politisi yang sangat hebat. Dia menilai peraih bintang Mahaputra Utama itu selalu memberikan kesempatan pada anak muda.
"Saya belajar bersama beliau, keteguhannya yang luar biasa dan sudah sekian puluh tahun lalu saya mengenal beliau," tutur Ganjar mengenang almarhum.
Ganjar mengaku setiap bertemu Sabam Sirait selalu mengatakan, "hei anak muda jangan cengeng".
"Oh, itu membikin bergetar. Kesan kesannya luar biasa. Beliau guru politik terbaik saya," tandas Ganjar Pranowo.
Sementara usai memanjatkan doa bagi almarhum, Ganjar pun mendapat kehormatan mendapatkan "Ulos" dari keluara besar almarhum. Ulos itu diserahkan perwakilan keluarga besar Maruarar Sirait.
Ganjar pun mengaku sangat bahagia memdapatkan kehormatan itu. "Trimakasih yang setinggi-tingginya kepada keluarga pak Sabam. Semoga pak Sabam diterima di sisi Tuhan," ucap Ganjar.
Sabam Sirait lahir di Tanjungbalai, Sumatera Utara, 13 Oktober 1936. Semasa hidupnya Sabam menempati jabatan penting di negara ini.
Sabam merupakan anggota DPR Gotong Royong (DPR-GR) periode 1967-1973, anggota DPR RI periode 1973-1982, anggota Dewan Pertimbangan Agung Republik Indonesia (DPA-RI) periode 1983-1993, dan anggota DPR RI periode 1992-2009.
Jejak politik almarhum dimulai saat menjadi pejabat Sekjen Partai Kristen Indonesia atau Parkindo periode 1963 hingga 1967 serta Sekjen Parkindo periode 1967-1973.
Sabam kemudian menjadi salah satu penandatangan deklarasi pembentukan Partai Demokrasi Indonesia atau PDIP pada 10 Januari 1973. Bahkan, Sabam menjadi sekjen pertama partai tersebut. Sabam mengemban jabatan sebagai Sekjen PDI selama tiga periode hingga 1986.[Lin]
Topik:
