Almarhum Sabam Sirait Dimata Yasonna Laoly

Monitorindonesia.com - Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly mengaku sangat terkesan dengan kiprah politik almarhum Sabam Sirait. Sabam Sirait bagi Yasonna adalah Sahabat, Abang sekaligus guru politik.
"Bang Sabam ini senior, sahabat, abang, guru politik buat saya. Tiga guru politik saya termasuk salah satunya bang Sabam, Pak Taufik Kiemas dan Bu Megawati Soekarnoputri," ujar Yasonna Laoly dirumah duka Almarhum Sabam Sirait, Minggu (3/10/2021) sore.
Yasonna mengaku sejak dirinya masih mahasiswa selalu ikut kampanye bersama pak Sabam. Oleh karena itu, garis politik Yasonna kecenderungan mengikuti garis politik Sabam Sirait.
"Saya mengikuti garis politik bang Sabam. Dia orang yang sangat sederhana keras tapi bisa lentur tapi tidak menghilangkan prinsip. Ini yang tidak saya lupakan dia mengatakan politik itu suci yang membuat tidak suci itu adalah pelaku-pelaku politiknya tetapi politik itu harus digunakan untuk memilah keadilan dan berpihak kepada orang kecil," tutur Yasonna.
Ia pun mengenang sejarah akan ajaran dari pak Sabam yang terus diteladani para juniornya. Sabam pun sangat dihormati para juniornya di politik.
"Sebagai senior kami menghormati beliau karena menjadi seorang teladan berpolitik, teladan berperilaku, teladan dalam mempertahankan prinsip-prinsip dan integritas serta kesederhanaan. Jadi saya kira kita telah kehilangan tokoh besar yang sudah malang melintang sejarah bahkan orde lama sampe zaman sekarang. Keteguhannya itulah yang membuat bang Sabam dipandang dan diperhitungkan secara politik oleh semua orang setiap pimpinan negara maupun politisi lainnya," ucapnya.
Bagi Yasonna pak Sabam sebagai politisi kawakan dan andalan. Dirinya merasa sangat kehilangan atas wafatnya anggota parlemen selama 43 tahun itu.
Bahkan, kata Yasonna, pak Sabam -lah yang membawa dirinya untuk menjadi anggota DPR. Saat maju sebagai anggota DPR RI, tutur Yasonna, pak Sabam yang menelpon Taufik Kiemas.
"Mengingat itu semua apa yang dilakukan bang Sabam kedekatan saya pribadi saya gak kuasa menahan tangis. Beliau yang mendorong saya dan menolong saya menjadi dari anggota DPR," ucapnya.
Sebagaimana diketahui, Sabam Sirait wafat pada Rabu sekitar pukul 22.37 malam. Pak Dabam wafat pada usia 85 tahun dan akan dimakamkan pada Minggu (2/10/2021) di Taman Makam Pahlawan Kalibata.
Sabam Sirait lahir di Tanjungbalai, Sumatera Utara, 13 Oktober 1936. Semasa hidupnya Sabam menempati jabatan penting di negara ini.
Sabam merupakan anggota DPR Gotong Royong (DPR-GR) periode 1967-1973, anggota DPR RI periode 1973-1982, anggota Dewan Pertimbangan Agung Republik Indonesia (DPA-RI) periode 1983-1993, dan anggota DPR RI periode 1992-2009.
Jejak politik almarhum dimulai saat menjadi pejabat Sekjen Partai Kristen Indonesia atau Parkindo periode 1963 hingga 1967 serta Sekjen Parkindo periode 1967-1973.
Sabam kemudian menjadi salah satu penandatangan deklarasi pembentukan Partai Demokrasi Indonesia pada 10 Januari 1973. Bahkan, Sabam menjadi sekjen pertama partai tersebut. Sabam mengemban jabatan sebagai Sekjen PDI selama tiga periode hingga 1986.
Sabam juga salah satu deklarator PDI Perjuangan. Atas jasa-jasanya kepada Negara pak Sabam dianugrahi bintang Mahaputra Utama oleh Presiden RI Joko Widodo. [man]
Topik:
