Demokrat AHY Ingatkan Moeldoko Jika Tak Mau Kehilangan Kehormatan Keluarganya

Monitorindonesia.com - Partai Demokrat kubu Agus Harimurti Yudhoyono atau AHY memberikan ultimatum kepada Kepala Staf Kantor Kepresidenan (KSP) Jenderal (Purn) Moeldoko, terkait ambisinya mengambilalih partai berlambang Mercy ini dari tangan AHY.
Ultimatum ini disampaikan Kepala Badan Komunikasi Strategis (Bakomstra) DPP Partai Demokrat Herzaky Mahendra Putra dalam jumpa persnya di Kantor DPP Partai Demokrat di Jakarta, Minggu (3/10/2021).
Herzaky meminta kepada Moeldoko untuk menghentikan semua ambisinya untuk mengambilalih Partai Demokrat dan mengakui kesalahannya serta meminta maaf kepada seluruh kader Partai Demokrat.
“Kami yakin masih ada ruang perbaikan bagi siapa pun manusia di muka bumi ini yang telah berbuat khilaf atau salah," ucap dia.
Namun, jika Moeldoko Cs tetap ngotot melanjutkan ambisinya (mengambil alih partai), maka Moeldoko bersiap untuk kehilangan bukan saja uangnya, tetapi juga nama baik dan kehormatannya.
"Bukan saja kehormatan pribadi, tetapi juga kehormatan keluarganya," tegas Herzaky mengingatkan.
Polemik Partai Demokrat dimulai dari kelompok kongres luar biasa (KLB) pimpinan Moeldoko di Deli Serdang, Medan. Selanjutnya gugatan di Pengadilan Tata Usaha Negeri (PTUN) terkait gugatan surat penolakan Menkumham tertanggal 31 Maret 2021.
Kemudiam gugatan di PTUN oleh tiga orang mantan kader Demokrat terkait AD/ART 2020 dan SK Kepengurusan Ketum AHY.
Terakhir pengajuan permohonan uji materiil terhadap dua SK Menteri Hukum dan HAM (Menkumham) yang diteken pada 18 Mei dan 27 Juli 2020.
Surat Keputusan Menteri Hukum dan Hal Asasi Manusia (SK Menkumham) yang diteken Yasonna Laoly pada 18 Mei 2020 mengesahkan perubahan AD/ART Partai Demokrat, sementara SK pada 27 Juli mengesahkan perubahan daftar kepengurusan partai.
Uji materiil terhadap SK Menkumham itu didaftarkan oleh kuasa hukum pihak KLB, Muh Isnaini Widodo, pada 14 September 2021. Permohonan itu terdaftar di Mahkamah Agung dalam berkas perkara No. 39/P/HUM/2021.
"Kami yakin, insya Allah, bersama Tuhan dan dukungan rakyat Indonesia, kami dapat memenangkan proses hukum ini," ucap Herzaky seraya menyatakan partai demokrat juga mengingatkan Moeldoko agar menempuh cara-cara yang demokratis dan beradab, serta jangan mengganggu partai orang lain. (Ery)
Topik:
