BREAKINGNEWS

Saham BCA Anjlok ke Rp6.875, Terendah dalam Tiga Tahun

Bank BCA
Kantor Pusat Bank BCA. (Foto: Dok MI)

Jakarta, MI - Saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) mengalami tekanan signifikan pada perdagangan Rabu (4/3/2026). 

Bank swasta terbesar di Indonesia ini ditutup melemah 2,83% ke level Rp6.875 per saham. Artinya, posisi itu jadi harga penutupan terendah dalam tiga tahun terakhir.

Sepanjang sesi perdagangan, saham BBCA sempat turun lebih dalam hingga menyentuh Rp6.825, dengan level tertinggi harian di Rp7.075. 

Tekanan ini bukan terjadi secara tiba-tiba. Dalam sebulan terakhir, harga saham BBCA telah terkoreksi 10,13%, sementara sejak awal tahun (year to date) penurunannya mencapai 14,86%.

Padahal, pada awal Januari 2026, BBCA masih sempat berada di level tertinggi Rp8.175. Artinya, dalam waktu kurang dari tiga bulan, saham ini sudah terkoreksi lebih dari 15%.

Tekanan Jual Investor Asing

Salah satu faktor utama yang membebani pergerakan saham BBCA adalah aksi jual investor asing yang masif. Sejak awal tahun, asing tercatat membukukan net foreign sell dalam jumlah besar.

Dengan porsi kepemilikan asing yang mencapai 70–80% dari saham free float, tekanan jual langsung berdampak besar terhadap pergerakan harga. Sebagai ilustrasi, pada 2 Maret 2026, investor asing mencatatkan net sell BBCA sebesar Rp196,5 miliar hanya dalam satu hari perdagangan.

Ke depan, pelaku pasar akan mencermati apakah tekanan jual asing masih berlanjut atau mulai mereda, seiring dengan tetap kuatnya kinerja fundamental BBCA di tengah volatilitas pasar.

Topik:

Dian Ihsan

Penulis

Video Terbaru