Jakarta, MI - Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan integritas merupakan faktor utama dalam keberhasilan pengelolaan keuangan negara.
Menurutnya, berbagai kebijakan pemerintah, mulai dari pengelolaan pajak, kepabeanan dan cukai, belanja negara, hingga pembiayaan, pada akhirnya bergantung pada satu hal yang sama, yaitu kepercayaan publik.
Ia menjelaskan bahwa pemerintah mengelola dana yang berasal dari rakyat, sehingga keberhasilan kebijakan fiskal sangat ditentukan oleh tingkat kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah.
“Karena kita mengelola uang negara, uang rakyat, pajak, bea cukai, belanja negara, dan pembiayaan. Tapi pada akhirnya hanya satu hal yang menentukan semuanya berjalan atau tidak, yaitu kepercayaan publik,” ujar Menkeu dalam keterangan resminya, Jumat (6/3/2026).
Menurut Purbaya, integritas bukan sekadar slogan atau formalitas administratif, melainkan fondasi utama yang membangun kepercayaan masyarakat terhadap negara.
“Integritas itu bukan slogan. Integritas adalah fondasi kepercayaan publik kepada negara,” tegasnya.
Ia juga mengingatkan bahwa membangun integritas tidak cukup hanya melalui perubahan struktur organisasi atau pergantian pejabat. Integritas harus tercermin dalam perilaku dan praktik kerja sehari-hari di lingkungan pemerintahan.
Purbaya menilai masa depan Indonesia sangat bergantung pada kinerja para pimpinan dan aparatur negara dalam menjaga integritas institusi.
Oleh karena itu, ia mengajak seluruh jajaran untuk bekerja dengan penuh tanggung jawab demi menjaga kepercayaan masyarakat.
“Saya pikir masa depan Indonesia sangat bergantung pada kinerja kita semua. Jika kita gagal, dampaknya bisa merusak negara. Karena itu saya minta kita semua bekerja keras agar generasi mendatang dapat hidup lebih sejahtera di Indonesia,” ujarnya.
Pada kesempatan yang sama, Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara menekankan bahwa integritas lembaga berawal dari integritas pribadi setiap pegawai. Ia mengajak seluruh pimpinan untuk terus memperkuat komitmen menjaga integritas dalam menjalankan tugas.
Menurutnya, nilai integritas tidak hanya dijaga oleh individu di tempat kerja, tetapi juga oleh lingkungan keluarga yang dapat saling mengingatkan.
“Integritas institusi dimulai dari diri kita masing-masing. Kita juga perlu melibatkan keluarga agar dapat saling mengingatkan dalam menjaga nilai integritas,” ujar Suahasil.
Sementara itu, Wakil Menteri Keuangan Juda Agung menyampaikan bahwa Kementerian Keuangan telah menunjukkan berbagai kemajuan dalam membangun integritas institusi.
Meski demikian, ia mengingatkan bahwa ekspektasi masyarakat terhadap integritas aparatur negara terus meningkat, sehingga upaya perbaikan harus dilakukan secara berkelanjutan.
“Dari waktu ke waktu sudah banyak kemajuan di Kementerian Keuangan. Namun harapan masyarakat terus meningkat, sehingga apa yang sudah baik harus terus dipertahankan dan ditingkatkan,” ujar Juda.

