Konflik Timur Tengah Ancam Krisis Pangan Dunia

Jakarta, MI - Ancaman krisis pangan global menjadi perhatian dunia. Laporan terbaru dari World Food Programme (WFP) menyebutkan bahwa meningkatnya konflik di Timur Tengah berpotensi memicu lonjakan jumlah penduduk yang mengalami kelaparan akut hingga mencapai rekor baru pada 2026.
Dalam laporan tersebut dijelaskan, jika konflik berlangsung berkepanjangan dan harga energi global tetap tinggi, sekitar 45 juta orang tambahan di dunia diperkirakan dapat terjerumus ke dalam kondisi rawan pangan akut.
Menanggapi hal itu, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyatakan bahwa dunia saat ini memang sedang menghadapi ancaman krisis pangan yang serius.
“Karena itu setiap negara harus memperkuat ketahanan pangannya,” kata Amran, Minggu (22/3/2026).
Ia menjelaskan, lonjakan harga energi, terganggunya jalur pelayaran internasional, serta meningkatnya biaya logistik berpotensi memicu inflasi pangan global. Situasi tersebut mirip dengan kondisi saat perang Rusia-Ukraina pada 2022.
Menurutnya, dampak konflik tidak hanya dirasakan di wilayah yang terlibat perang, tetapi juga menjalar ke seluruh dunia melalui rantai pasok global.
Amran menilai, negara-negara yang bergantung pada impor pangan menjadi paling rentan menghadapi lonjakan harga dan kelangkaan pasokan.
“Kalau terjadi krisis global, terlebih permasalahan geopolitik dari Iran versus Amerika dan Israel, yang paling aman adalah negara yang bisa memproduksi pangannya sendiri. Itu sebabnya kita harus memperkuat produksi dalam negeri,” jelas Amran.
Ia menambahkan, pemerintah saat ini terus memperkuat ketahanan pangan melalui pembangunan sektor pertanian untuk meningkatkan produksi nasional.
Amran mengklaim langkah tersebut mulai menunjukkan hasil. Produksi beras nasional surplus, mencapai sekitar 34,7 juta ton atau naik sekitar 13% dibanding tahun sebelumnya. Sementara itu, cadangan beras pemerintah (CBP) telah menembus lebih dari 4 juta ton.
Dengan capaian tersebut, Amran optimistis cadangan beras pemerintah masih bisa terus bertambah dalam beberapa bulan ke depan.
Topik:
