Laba Hermina Turun Hampir 20% Jadi Rp429,54 Miliar di 2025

Jakarta, MI - PT Medikaloka Hermina Tbk (HEAL) mencatat kinerja yang tidak cukup baik di sepanjang 2025. Karena, emiten rumah sakit ini mengalami penurunan laba yang cukup besar.
Mengutip keterbukaan informasi BEI, Kamis (26/3/2026), laba bersih Hermina tercatat sebesar Rp429,54 miliar di 2025, turun 19,85 persen dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai Rp535,94 miliar. Penurunan ini turut menekan laba per saham dasar yang menyusut menjadi Rp28,40 dari sebelumnya Rp36,11.
Menariknya, dari sisi pendapatan, perusahaan justru masih menunjukkan tren positif. Pendapatan bersih Hermina naik 6,19 persen menjadi Rp7,13 triliun, dibandingkan Rp6,71 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Pendapatan terbesar masih ditopang oleh layanan rawat inap sebesar Rp4,31 triliun, disusul rawat jalan Rp2,59 triliun, serta segmen non rumah sakit sebesar Rp213,71 miliar.
Secara wilayah, Pulau Jawa tetap menjadi kontributor utama dengan pendapatan mencapai Rp6,1 triliun. Sementara itu, Sumatera menyumbang Rp672,84 miliar, serta Kalimantan dan Sulawesi sebesar Rp542,33 miliar.
Di balik pertumbuhan pendapatan tersebut, tekanan biaya menjadi faktor utama yang menggerus laba perusahaan. Beban pokok penjualan dan pendapatan meningkat cukup signifikan menjadi Rp4,71 triliun dari sebelumnya Rp4,28 triliun. Akibatnya, laba kotor sedikit turun menjadi Rp2,41 triliun dari Rp2,43 triliun.
Kenaikan beban juga terjadi di sisi operasional, di mana beban usaha meningkat menjadi Rp1,47 triliun dari Rp1,39 triliun.
Di saat yang sama, penghasilan lain-lain justru menurun menjadi Rp25,68 miliar dari Rp28,02 miliar. Kombinasi ini membuat laba usaha ikut tertekan ke level Rp967,04 miliar, turun dari Rp1,05 triliun.
Meski laba anjlok, kondisi neraca perusahaan justru menunjukkan penguatan. Total aset Hermina meningkat menjadi Rp11,88 triliun dari Rp10,57 triliun. Dengan porsi liabilitas dan ekuitas masing-masing sebesar Rp4,67 triliun dan Rp7,2 triliun.
Topik:
