BREAKINGNEWS

Rupiah Melemah Pasca IMF Pangkas Proyeksi Ekonomi Indonesia

Rupiah Melemah Pasca IMF Pangkas Proyeksi Ekonomi Indonesia
Ilustrasi Rupiah dan Dolar AS. (Foto: Dok Istimewa)

Jakarta, MI - Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS makin terpuruk. Berdasarkan data Bloomberg, rupiah ditutup melemah ke level Rp17.143 pada perdagangan Rabu (15/4/2026), turun 20 poin dibandingkan penutupan sebelumnya di Rp17.127 per dolar AS.

Pengamat Mata Uang, Ibrahim Assuaibi menjelaskan, pelemahan rupiah dipengaruhi oleh turunnya proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia oleh International Monetary Fund (IMF). 

"IMF kini memperkirakan ekonomi Indonesia hanya tumbuh 5% pada 2026, sedikit lebih rendah dari proyeksi sebelumnya sebesar 5,1%. Untuk 2027, pertumbuhan diperkirakan berada di level 5,1%," kata dia dalam keterangan resminya.

Dia menyebut, tidak hanya Indonesia, IMF juga menurunkan proyeksi pertumbuhan ekonomi global menjadi 3,1% pada 2026. 

Perlambatan ini dipicu oleh meningkatnya ketegangan geopolitik, termasuk konflik di Timur Tengah, setelah sebelumnya ekonomi dunia juga tertekan oleh hambatan perdagangan.

Selain IMF, World Bank juga memangkas proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia menjadi 4,7% pada 2026, turun dari perkiraan sebelumnya 4,8%. 

Sementara itu, Asian Development Bank justru melihat ekonomi Indonesia masih cukup stabil, dengan proyeksi pertumbuhan 5,2% pada 2026 dan 2027, didukung oleh konsumsi dalam negeri dan pembangunan infrastruktur.

Pelemahan rupiah juga dipengaruhi faktor global, terutama kenaikan harga minyak dunia akibat meningkatnya konflik antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran. 

Ketegangan ini berpotensi mengganggu jalur distribusi minyak di Selat Hormuz, yang membuat investor menjadi lebih berhati-hati dan cenderung menghindari risiko di pasar keuangan global.

Topik:

Dian Ihsan

Penulis

Video Terbaru

Rupiah Melemah Pasca IMF Pangkas Proyeksi Ekonomi Indonesia | Monitor Indonesia