Pemerintah Percepat Hilirisasi untuk Jaga Ekonomi di Tengah Gejolak Global

Jakarta, MI - Pemerintah terus mempercepat program hilirisasi industri sebagai bagian dari strategi besar untuk memperkuat ekonomi nasional. Langkah ini bertujuan meningkatkan nilai tambah sumber daya, membuka lapangan kerja, dan mendorong daya saing industri dalam negeri di tengah kondisi global yang penuh tantangan.
"Ketegangan geopolitik, terutama di Timur Tengah dan jalur penting seperti Selat Hormuz, perlu diwaspadai karena bisa mengganggu rantai pasok global dan memicu kenaikan harga energi," ujar Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto dalam keterangan resminya, seperti dikutip Sabtu (18/4/2026).
Meski begitu, ekonomi Indonesia dinilai tetap kuat. Pertumbuhan ekonomi pada 2025 mencapai 5,11% dan diperkirakan naik menjadi sekitar 5,3% pada 2026. Inflasi juga terkendali, kepercayaan konsumen tetap tinggi, dan neraca perdagangan masih mencatat surplus.
Ketahanan ini ditopang oleh kuatnya konsumsi domestik yang menyumbang sekitar 54% terhadap Produk Domestik Bruto (PDB), serta kondisi sektor keuangan yang sehat. Perbankan nasional juga dinilai solid dengan likuiditas dan permodalan yang memadai.
Untuk menghadapi risiko global, bilang Menteri Airlangga, pemerintah memperkuat berbagai kebijakan. Dari sisi fiskal, APBN dioptimalkan melalui peningkatan penerimaan dan efisiensi belanja. Sedangkan dari sisi moneter, koordinasi dengan Bank Indonesia (BI) terus dilakukan untuk menjaga stabilitas nilai tukar.
Pemerintah juga berupaya menjaga daya beli masyarakat dengan mempercepat penyaluran bantuan sosial dan stimulus ekonomi. Di sektor energi, langkah penguatan dilakukan melalui program biodiesel B50 dan pengembangan energi baru terbarukan.
Selain itu, pemerintah Indonesia memperluas kerja sama internasional untuk memperkuat pasar ekspor dan mengurangi risiko global. Beberapa perjanjian seperti Indonesia-Uni Eropa CEPA dan Indonesia-Kanada CEPA, serta kerja sama dengan Kawasan Eurasia menjadi Langkah strategis dalam memperluas jangkauan ekspor dan memperkuat posisi Indonesia dalam rantai nilai global.
Kerja sama bilateral juga terus diperkuat, termasuk dengan Rusia, terutama di sektor energi dan industri. Kolaborasi ini mencakup pasokan minyak mentah, pengembangan infrastruktur energi, hingga peluang kerja sama di bidang mineral dan teknologi.
Di tingkat global, Indonesia juga aktif dalam berbagai forum internasional untuk mendorong transisi energi dan memperkuat ketahanan energi kawasan.
"Melalui berbagai langkah ini, pemerintah optimistis ekonomi Indonesia tetap stabil dan mampu tumbuh di tengah tekanan global," pungkas dia.
Topik:
