BREAKINGNEWS

OJK Pengawas atau Perencana Bisnis? Bank Dipaksa Biayai Program Pemerintah

OJK Pengawas atau Perencana Bisnis? Bank Dipaksa Biayai Program Pemerintah
Badiul Hadi (Foto: Dok MI/Pribadi)

Jakarta, MI – Gelombang kritik terhadap Otoritas Jasa Keuangan (OJK) semakin tajam setelah regulator itu mendorong perbankan masuk membiayai program prioritas pemerintah melalui revisi aturan Rencana Bisnis Bank (RBB).

Publik kini mempertanyakan satu hal mendasar: OJK ini pengawas sektor keuangan, atau justru sudah berubah menjadi perencana bisnis bank?

Kritik keras datang dari Peneliti Forum Indonesia untuk Transparansi Anggaran (FITRA), Badiul Hadi. Menurutnya, langkah OJK berpotensi melampaui kewenangan sebagai regulator karena ikut mengarahkan portofolio bisnis perbankan.

“Ketika regulator mulai memberi sinyal kuat, bahkan implisit wajib terhadap sektor atau program tertentu, ini bisa dikategorikan sebagai intervensi. Tidak selalu berupa perintah eksplisit, tetapi cukup kuat untuk memengaruhi keputusan bank,” tegas Badiul kepada Monitorindonesia.com, Senin (20/4/2026).

Ia menegaskan, bank seharusnya menyalurkan kredit berdasarkan prinsip kehati-hatian, analisis risiko, dan pertimbangan komersial. Jika arah bisnis bank ditentukan regulator, maka batas antara pengawas dan operator menjadi kabur.

“Bagaimanapun, OJK merupakan pengawas atau regulator, bukan perencana bisnis,” sentilnya.

Sorotan ini muncul karena dalam rancangan POJK terbaru, OJK mendorong bank ikut membiayai program-program pemerintah seperti Makan Bergizi Gratis (MBG), 3 Juta Rumah, Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP), hingga pembiayaan UMKM.

Masalahnya, tidak semua program sosial memenuhi standar bankable. Jika kredit dipaksakan masuk ke proyek berisiko tinggi, ancaman kredit macet (NPL), moral hazard, dan penurunan kualitas aset bank menjadi bom waktu yang nyata.

Lebih jauh, kebijakan ini juga dicurigai sebagai cara halus memindahkan beban fiskal negara ke neraca perbankan. Program publik yang seharusnya dibiayai APBN justru didorong lewat kredit bank, tanpa transparansi yang jelas kepada masyarakat.

Jika dibiarkan, independensi bank bisa terkikis dan kepercayaan investor terhadap sektor keuangan ikut terguncang. Sebab pasar membutuhkan regulator yang menjaga aturan main, bukan ikut menentukan ke mana uang bank harus mengalir.

Pertanyaannya kini semakin keras: OJK sedang mengawasi industri keuangan, atau sedang menyusun rencana bisnis perbankan dari balik meja regulator?

Topik:

Adelio Pratama

Penulis

Video Terbaru