Akibat Bisnis Tertekan, EMAS Tak Bagikan Dividen dan Rombak Direksi

Jakarta, MI - PT Merdeka Gold Resources Tbk (EMAS) memutuskan tidak membagikan dividen untuk tahun buku 2025. Keputusan ini diambil karena perusahaan masih mencatat saldo laba negatif (kerugian), dan telah disetujui dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) pada 22 April 2026.
"Kondisi laba ditahan yang masih minus menjadi alasan utama tidak adanya pembagian keuntungan kepada pemegang saham," tulis manajemen EMAS dalam keterangan resminya, Jumat (24/4/2026).
Selain itu, RUPS juga menyetujui perubahan susunan manajemen. Sejumlah direktur mengundurkan diri, mereka adalah Albert Saputro, David Thomas Fowler, dan Adi Adriansyah Sjoekri. Posisi direktur yang kosong diganti oleh Nicholas John Green, Barend Johannes Nicolaas Knoetze, dan Suryadinata Tanu.
Perubahan juga terjadi di tingkat komisaris, Xinyu Wang dan Winato Kartono ditunjuk sebagai Komisaris. Sedangkan Yu Gao, John Mackay McCulloch Williamson, dan Jona Widhagdo Putri menjabat Komisaris Independen hingga RUPS 2029.
Di sisi kinerja, pendapatan perusahaan mengalami penurunan sangat tajam. Sepanjang 2025, pendapatan hanya mencapai sekitar USD131,96 ribu, anjlok lebih dari 90% dibandingkan tahun sebelumnya seebsar USD1,74 juta.
Penurunan ini terutama disebabkan tidak adanya lagi kontribusi dari pihak berelasi PT Emas Tani Sejahtera yang sebelumnya menyumbang pendapatan dari jasa sewa alat berat bagi perseroan.
Beban usaha justru melonjak drastis menjadi USD9,48 juta dari USD1,09 juta. Kenaikan ini dipicu antara lain oleh biaya pengembangan komunitas dan meningkatnya biaya jasa profesional.
Perusahaan juga menanggung beban keuangan yang cukup besar, mencapai USD14,72 juta, yang sebagian besar berasal dari bunga pinjaman.
Akibat tekanan tersebut, rugi bersih perusahaan meningkat tajam menjadi USD27,29 juta pada 2025, lebih dari dua kali lipat dibandingkan tahun sebelumnya. Sejalan dengan itu, akumulasi kerugian EMAS juga membengkak menjadi USD61,49 juta hingga akhir 2025.
Topik:
