BREAKINGNEWS

Inflasi Terkendali dan Fiskal Indonesia Tetap Kuat di Tengah Gejolak Global

Inflasi Terkendali dan Fiskal Indonesia Tetap Kuat di Tengah Gejolak Global
Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu) Juda Agung. (Foto: Dok Istimewa)

Jakarta, MI - Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu) Juda Agung menegaskan kondisi perekonomian Indonesia tetap stabil dan tangguh di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik global yang memicu volatilitas pasar energi dan tekanan inflasi dunia. 

Ia menyebut, ekonomi nasional masih menunjukkan kinerja positif dengan pertumbuhan sebesar 5,39% pada kuartal terakhir. Pertumbuhan tersebut didukung oleh sinergi kebijakan fiskal, moneter, sektor keuangan, serta sektor riil yang terkoordinasi dengan baik.

"Dibandingkan dengan negara sekelasnya, Indonesia tumbuh lebih kuat sambil tetap menjaga stabilitas makroekonomi. Inflasi rendah, posisi fiskal yang hati-hati, serta faktor eksternal yang solid menempatkan Indonesia pada posisi makroekonomi yang relatif lebih baik dan seimbang di antara negara dengan peringkat BBB," kata dia dalam keterangan resminya, dikutip Jumat (24/4/2026).

Wamenkeu juga mengungkapkan tekanan global, termasuk kenaikan harga minyak akibat konflik di Timur Tengah turut memberikan dampak terhadap ruang fiskal khususnya di sektor pangan dan energi. 

Merespon hal itu, pemerintah telah menyiapkan sejumlah langkah strategis. Di antaranya adalah peningkatan efisiensi belanja negara dan optimalisasi pelaksanaan program unggulan, termasuk program makan bergizi gratis. 

Selain itu, pemerintah tetap melindungi daya beli masyarakat melalui kebijakan subsidi energi yang tepat sasaran.

“Kedua, kami memastikan target penerimaan negara tercapai. Dalam tiga bulan pertama tahun ini, penerimaan pajak tumbuh sebesar 20%. Berbagai upaya dilakukan untuk mengamankan pendapatan, termasuk digitalisasi melalui sistem inti perpajakan, optimalisasi penerimaan dari sumber daya alam, serta pengelolaan dana bebas pajak yang lebih baik,” ungkapnya. 

Lebih lanjut, Wamenkeu Juda menegaskan komitmennya untuk mendorong pertumbuhan jangka panjang melalui reformasi struktural. 

Fokus kebijakan diarahkan pada peningkatan produktivitas, penguatan investasi, serta pembangunan sektor prioritas seperti ketahanan pangan, energi, pendidikan, kesehatan, serta hilirisasi sumber daya alam dan pengentasan kemiskinan. 

Dia memastikan bahwa kebijakan fiskal akan tetap adaptif terhadap dinamika global, sekaligus menjaga kepercayaan investor. 

Peringkat kredit Indonesia yang masih berada pada level investment grade disebut sebagai hasil dari disiplin kebijakan yang konsisten selama ini, khususnya di bidang fiskal dan moneter. 

"Kebijakan kami tidak hanya merespons tantangan, tetapi juga menyelesaikannya dengan fokus pada stabilitas, investasi strategis, dan reformasi. Indonesia akan terus tumbuh. Kita akan membangun masa depan yang sejahtera. Kita akan menghadapi masa depan dengan penuh keyakinan, berkomitmen pada stabilitas, keberlanjutan, dan kemakmuran bagi seluruh rakyat Indonesia," tutup Juda Agung.

Topik:

Dian Ihsan

Penulis

Video Terbaru