Jabar, Kalsel, dan Kaltim Jadi Penyumbang Terbesar PHK Awal 2026

Jakarta, MI - Jumlah pekerja yang terkena pemutusan hubungan kerja (PHK) di Indonesia mencapai 8.389 orang selama periode Januari hingga Maret 2026.
Dari seluruh provinsi, tiga wilayah mencatat angka PHK tertinggi, yakni Jawa Barat (Jabar), Kalimantan Selatan (Kalsel), dan Kalimantan Timur (Kaltim).
Berdasarkan data Kementerian Ketenagakerjaan yang dilansir Minggu (26/4/2026), Jabar menjadi provinsi dengan jumlah PHK terbanyak, mencapai 1.721 orang atau sekitar 20,5 persen dari total nasional. Disusul Kalsel sebanyak 1.071 orang dan Kaltim sebanyak 915 orang.
Secara keseluruhan, lonjakan PHK paling tinggi terjadi pada Januari 2026 dengan 4.590 kasus. Angka tersebut kemudian menurun pada Februari menjadi 3.273 orang, dan kembali turun signifikan pada Maret menjadi 526 orang.
Selain tiga provinsi dengan angka tertinggi, beberapa wilayah lain juga mencatat jumlah PHK yang cukup besar, seperti Banten sebanyak 707 orang, Jawa Timur sebanyak 649 orang, Jawa Tengah sebanyak 558 orang, DKI Jakarta sebanyak 554 orang, dan Sumatera Selatan sebanyak 495 orang.
Kemudian Sulawesi Selatan sebanyak 187 orang, Sumatera Utara sebanyak 168 orang, Jambi sebanyak 158 orang, Riau sebanyak 152 orang, Sulawesi Tengah sebanyak 125 orang, Kalimantan Barat sebanyak 124 orang, Sulawesi Tenggara sebanyak 113 orang, dan Kalimantan Utara sebanyak 101 orang.
Selanjutnya Kalimantan Utara sebanyak 99 orang, Daerah Istimewa Yogyakarta sebanyak 90 orang, Kepulauan Riau sebanyak 66 orang, Sumatera Barat sebanyak 64 orang, Lampung sebanyak 43 orang, Bali sebanyak 40 orang, dan Kepulauan Bangka Belitung sebanyak 38 orang.
Di Nusa Tenggara Barat sebanyak 23 orang, Sulawesi Utara sebanyak 19 orang, Papua sebanyak 18 orang, Bengulu sebanyak 18 orang, Nusa Tenggara Timur sebanyak 14 orang, dan Sulawesi Barat sebanyak 12 orang.
Sementara itu, sejumlah provinsi mencatat angka PHK yang relatif kecil, bahkan sangat minim. Misalnya Papua Barat dan Maluku masing-masing hanya 6 orang, Maluku Utara 5 orang, dan Gorontalo menjadi yang paling sedikit dengan 2 orang.
Data ini menunjukkan bahwa kasus PHK masih terkonsentrasi di wilayah dengan aktivitas industri tinggi, meski tren nasional mulai menunjukkan penurunan menjelang akhir kuartal pertama 2026.
Topik:
