BREAKINGNEWS

Gelombang PHK Hantam Jabar, Ribuan Pekerja Hilang Pekerjaan

Gelombang PHK Hantam Jabar, Ribuan Pekerja Hilang Pekerjaan
Kantor Pemerintah Provinsi Jawa Barat (Jabar). (Foto: Dok Istimewa)

Jakarta, MI - Provinsi Jawa Barat (Jabar) menjadi wilayah paling terpukul dalam gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK) awal 2026.

Berdasarkan data kementerian Ketenagakerjaan, dari total 8.389 pekerja yang terkena PHK secara nasional sepanjang Januari hingga Maret 2026, sebanyak 1.721 orang berasal dari Jawa Barat yang menjadikannya penyumbang terbesar atau lebih dari 20 persen dari total kasus di Indonesia.

Besarnya angka ini menegaskan posisi Jawa Barat sebagai wilayah dengan dampak PHK paling parah, terutama saat lonjakan terjadi di Januari yang mencatat ribuan kasus dalam sebulan. Kondisi ini menjadi alarm serius bagi sektor industri di Jabar yang selama ini menjadi tulang punggung penyerapan tenaga kerja.

Di bawah Jawa Barat, Kalimantan Selatan mencatat 1.071 kasus PHK, disusul Kalimantan Timur 915 orang, Banten 707 orang, Jawa Timur 649 orang, Jawa Tengah 558 orang, DKI Jakarta 554 orang, dan Sumatera Selatan 495 orang.

Sementara itu, Sulawesi Selatan 187 orang, Sumatera Utara 168 orang, Jambi 158 orang, Riau 152 orang, Sulawesi Tengah 125 orang, Kalimantan Barat 124 orang, Sulawesi Tenggara 113 orang, Kalimantan Utara sekitar 101 orang, dan Kalimantan Tengah 99 orang.

Adapun jumlah PHK yang relatif rendah terjadi di sejumlah daerah, seperti Daerah Istimewa Yogyakarta 90 orang, Kepulauan Riau 66 orang, Sumatera Barat 64 orang, Lampung 43 orang, Bali 40 orang, dan Kepulauan Bangka Belitung 38 orang.

Di wilayah lainnya, seperti Nusa Tenggara Barat tercatat 23 orang, Sulawesi Utara 19 orang, Papua dan Bengkulu masing-masing 18 orang, Nusa Tenggara Timur 14 orang, serta Sulawesi Barat 12 orang.

Provinsi dengan jumlah PHK paling sedikit adalah Papua Barat dan Maluku masing-masing 6 orang, Maluku Utara 5 orang, serta Gorontalo yang hanya mencatat 2 kasus PHK.

Bulan Januari Paling Banyak Menyumbang PHK

Dari sisi waktu, lonjakan PHK paling besar terjadi pada Januari 2026 dengan 4.590 kasus. Jumlah ini kemudian menurun pada Februari menjadi 3.273 orang, dan kembali turun cukup tajam pada Maret menjadi 526 orang.

Data ini menunjukkan bahwa meski PHK masih terkonsentrasi di wilayah industri, tren secara nasional mulai melandai setelah puncak kenaikan di awal tahun.

Topik:

Dian Ihsan

Penulis

Video Terbaru

Gelombang PHK Hantam Jabar, Ribuan Pekerja Hilang Pekerjaan | Monitor Indonesia