BREAKINGNEWS

Rupiah Kian Terpuruk, Ini Langkah yang Dilakukan Bank Sentral

Rupiah Kian Terpuruk, Ini Langkah yang Dilakukan Bank Sentral
Ilustrasi dolar AS. (Foto: Dok Istimewa)

Jakarta, MI - Ketidakpastian global, terutama akibat ketegangan geopolitik di Timur Tengah, menjadi perhatian utama Bank Indonesia. Untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah, bank sentral mengambil langkah dengan menyesuaikan suku bunga pasar, termasuk menaikkan imbal hasil (yield) instrumen seperti SRBI.

Asal tahu saja, nilai tukar rupiah sudah mencapai posisi Rp17.370 per dolar AS. Namun, Kembali turun ke posisi Rp17.337 per dolar AS berdasarkan data Bloomberg.

"Langkah ini bertujuan agar aset keuangan dalam negeri tetap menarik bagi investor, sekaligus menjaga nilai tukar rupiah tetap stabil dan kondisi ekonomi domestik tetap kuat," kata Gubernur Bank Indonesia (BI), Perry Warjiyo dalam keterangan resminya, seperti diberitakan Sabtu (2/5/2026).

Perry menjelaskan, kebijakan Bank Indonesia kini menggunakan pendekatan terpadu (integrated monetary policy mix) yang terdiri dari tiga langkah utama. Pertama, kebijakan suku bunga untuk menjaga inflasi dan stabilitas rupiah. 

Kedua, intervensi di pasar valuta asing untuk menahan gejolak nilai tukar. Ketiga, pengelolaan likuiditas agar sistem keuangan tetap stabil. Ketiga kebijakan tersebut dijalankan secara bersamaan agar lebih fleksibel dalam menghadapi dinamika global.

Selain itu, koordinasi antara kebijakan moneter dan fiskal juga terus diperkuat. Dengan sinergi ini, inflasi pada 2026 diperkirakan tetap terkendali di kisaran 2,5±1 persen, sementara pertumbuhan ekonomi diproyeksikan berada di rentang 4,9 hingga 5,7 persen.

BI juga mendorong pertumbuhan melalui kebijakan makroprudensial, seperti memberikan insentif bagi perbankan yang menyalurkan kredit ke sektor prioritas serta mendorong penurunan suku bunga kredit.

Di sisi lain, digitalisasi sistem pembayaran terus dipercepat, termasuk pengembangan QRIS, transaksi lintas negara dengan mata uang lokal, serta infrastruktur pembayaran ritel. Langkah ini diharapkan dapat meningkatkan efisiensi dan memperluas inklusi keuangan.

Perry menegaskan, Indonesia memiliki fondasi ekonomi yang kuat untuk menghadapi tekanan global. Dengan kebijakan yang terkoordinasi dan adaptif, Indonesia dinilai tetap menarik bagi investor.

“Stabilitas tetap menjadi prioritas utama, namun kami juga terus mendukung pertumbuhan ekonomi secara berkelanjutan,” ujarnya.

Topik:

Dian Ihsan

Penulis

Video Terbaru

Rupiah Terpuruk, Ini Langkah yang Dilakukan Bank Sentral | Monitor Indonesia