Pemerintah Gratiskan Pajak untuk Mobil Listrik Ini
-purbaya-yudhi-sadewa-dalam-acara-konferensi-pers-mengenai-kebijakan-harga-bbm-bersubsidi-dan-transportasi-udara-di-jakarta,-senin-(6/4/2026).--(foto:-dok-istimewa).webp)
Jakarta, MI - Pemerintah berencana memberikan insentif pajak pertambahan nilai ditanggung pemerintah sebesar 100 persen untuk pembelian mobil listrik berbasis baterai nikel. Kebijakan ini disiapkan untuk mendorong hilirisasi nikel sekaligus memperkuat industri kendaraan listrik nasional.
Asal tahu saja, saat ini ada dua jenis baterai kendaraan listrik yang umum digunakan di industri otomotif, yakni baterai Nickel Manganese Cobalt (NMC) berbasis nikel dan baterai Lithium Ferro-Phosphate (LFP) berbasis besi serta fosfat.
Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan insentif penuh tersebut hanya berlaku untuk mobil listrik yang menggunakan baterai berbahan nikel. Sementara kendaraan listrik non-nikel tetap mendapat insentif, namun nilainya lebih kecil.
"Kalau mobil yang menggunakan baterai nikel, PPN-nya ditanggung 100 persen. Sementara yang non-nikel insentifnya lebih rendah," ujar Purbaya di Jakarta, seperti diberitakan Kams (7/5/2026).
Menurut dia, kebijakan tersebut merupakan bagian dari arahan Presiden Prabowo Subianto untuk mempercepat transisi kendaraan listrik sekaligus memaksimalkan pemanfaatan sumber daya alam Indonesia, khususnya nikel.
Purbaya menjelaskan, pemerintah ingin memastikan industri hilirisasi nikel tetap berkembang di tengah perubahan teknologi baterai kendaraan listrik global.
Ia menyinggung laporan media internasional yang menyebut ambisi Indonesia menjadi pusat industri baterai dunia mulai meredup karena sejumlah produsen di China mulai mengurangi penggunaan nikel pada baterai kendaraan listrik.
“Karena itu kami ingin menghidupkan kembali mimpi Indonesia menjadi pemain utama industri baterai dunia berbasis nikel,” ujarnya.
Selain memperkuat hilirisasi, kebijakan insentif ini juga diharapkan dapat mengurangi konsumsi energi berbasis bahan bakar fosil dan mempercepat penggunaan kendaraan ramah lingkungan di dalam negeri.
Purbaya menegaskan, Indonesia tidak hanya ingin menjadi pemasok bahan mentah, tetapi juga membangun ekosistem industri kendaraan listrik yang kuat dan berkelanjutan.
Topik:
