BREAKINGNEWS

IHSG Melonjak 1,15% ke Level 7.174, Saham Ini Jadi Penggerak

IHSG Melonjak 1,15% ke Level 7.174, Saham Ini Jadi Penggerak
Ilustrasi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). (Foto: Dok Istimewa)

Jakarta, MI - Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat tajam pada perdagangan Kamis (7/5/2026). 

Berdasarkan data perdagangan, IHSG naik 81,85 poin atau 1,15 persen ke level 7.174,32. Sepanjang perdagangan, IHSG bergerak di kisaran 7.107,17 hingga 7.207,07 dan bertahan di zona hijau hingga penutupan pasar.

Penguatan IHSG didorong mayoritas saham yang naik. Tercatat sebanyak 361 saham menguat, 295 saham melemah, dan 160 saham stagnan.

Dari sisi sektoral, delapan sektor berhasil mencatat kenaikan. Sektor kesehatan memimpin penguatan dengan naik 2,01 persen, disusul sektor keuangan 1,98 persen, properti 1,33 persen, dan infrastruktur 1,29 persen.

Selain itu, sektor industrial naik 1,03 persen, barang konsumen primer 0,88 persen, teknologi 0,48 persen, dan barang konsumen non-primer 0,44 persen.

Sedangkan tiga sektor masih berada di zona merah. Sektor bahan baku turun paling dalam sebesar 1,62 persen, diikuti transportasi 1,36 persen dan energi 1,24 persen.

Aktivitas perdagangan juga terbilang ramai. Hingga penutupan pasar, volume transaksi mencapai 42 miliar lembar saham dengan frekuensi 2,6 juta kali transaksi. Nilai transaksi tercatat sebesar Rp22 triliun, sedangkan kapitalisasi pasar mencapai Rp12.808 triliun.

Di jajaran saham penguat terbesar atau top gainers, PT Dua Putra Utama Makmur Tbk (DPUM) melesat 35 persen ke Rp162. Disusul PT Sinergi Inti Plastindo Tbk (ESIP) yang naik 34,15 persen ke Rp220 dan PT Caturkarda Depo Bangunan Tbk (DEPO) yang menguat 25 persen ke Rp320.

Sementara di daftar top losers, PT Ricky Putra Globalindo Tbk (RICY) turun 11,9 persen ke Rp111. Kemudian PT Asuransi Bina Dana Arta Tbk (ABDA) melemah 11,76 persen ke Rp4.200 dan PT Haloni Jane Tbk (HALO) merosot 10,99 persen ke Rp81.

Topik:

Dian Ihsan

Penulis

Video Terbaru

IHSG Melonjak 1,15% ke Level 7.174, Saham Ini Jadi Penggerak | Monitor Indonesia