BREAKINGNEWS

OJK Ungkap Alasan Dana Asing Banyak Kabur dari Indonesia

OJK Ungkap Alasan Dana Asing Banyak Kabur dari Indonesia
Gedung Otoritas Jasa Keuangan (OJK). (Foto: Dok. MI/Aswan)

Jakarta, MI - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menilai meningkatnya tensi geopolitik global dan tekanan eksternal menjadi penyebab utama keluarnya aliran dana asing (capital outflow) dari pasar keuangan Indonesia sepanjang 2026.

Ketua Dewan Komisioner OJK, Friderica Widyasari Dewi mengatakan, berbagai sentimen global mulai dari pengumuman Morgan Stanley Capital International (MSCI), perubahan outlook lembaga internasional, hingga konflik di Timur Tengah telah memengaruhi psikologi investor di pasar modal domestik.

"Ketika terjadi konflik antara Amerika Serikat dan Israel, kondisi global menjadi semakin tidak mudah bagi hampir seluruh negara, terutama karena faktor energi," kata Friderica dalam keterangannya di Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Senin (11/5/2026).

Dia mengaku, konflik di Timur Tengah memicu kekhawatiran terhadap stabilitas pasokan energi dunia, khususnya karena Selat Hormuz menjadi jalur utama distribusi minyak global. 

"Situasi tersebut berdampak pada kenaikan harga energi dan meningkatkan volatilitas pasar keuangan internasional," ungkap wanita yang akrab disapa Kiki ini.

Akibat kombinasi berbagai sentimen global tersebut, pasar modal Indonesia ikut mengalami tekanan, mulai dari keluarnya dana asing, pelemahan nilai tukar rupiah, hingga fluktuasi indeks saham.

"Berbagai faktor tersebut akhirnya memengaruhi sentimen pasar yang tercermin dari volatilitas pasar keuangan dan terjadinya capital outflow," jelas Kiki.

Meski begitu, dia menegaskan tekanan tersebut tidak hanya terjadi di Indonesia, tetapi juga dialami banyak negara berkembang (emerging markets) lainnya.

Di tengah kondisi global yang penuh ketidakpastian, OJK menilai fundamental ekonomi Indonesia masih cukup kuat. Hal itu tercermin dari pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal I-2026 yang mencapai 5,61 persen, tertinggi sejak 2022.

"Kita patut bersyukur karena ekonomi Indonesia masih menunjukkan daya tahan yang baik. Data BPS juga menunjukkan ekonomi Indonesia tumbuh 5,61 persen," tutup Kiki.

Topik:

Dian Ihsan

Penulis

Video Terbaru

OJK Ungkap Alasan Dana Asing Banyak Kabur dari Indonesia | Monitor Indonesia