BREAKINGNEWS

PLN: Ini Penyebab Tagihan Listrik Berubah

PLN: Ini Penyebab Tagihan Listrik Berubah
Ilustrasi listrik nasional. (Foto: Dok Istimewa)

Jakarta, MI - PT PLN (Persero) mengakui perubahan nominal tagihan listrik maupun jumlah token yang diterima pelanggan bukan disebabkan kenaikan tarif listrik. Perbedaan pembayaran dipengaruhi pola pemakaian listrik dan beberapa komponen biaya tambahan sesuai aturan pemerintah.

Executive Vice President Komunikasi Korporat dan TJSL PLN, Gregorius Adi Trianto menegaskan tarif listrik rumah tangga tidak mengalami kenaikan sejak Juli 2022.

Menurutnya, masyarakat perlu memahami komponen pembentuk tagihan listrik agar bisa mengatur penggunaan listrik dengan lebih bijak.

"Pembayaran listrik tidak hanya dipengaruhi tarif, tetapi juga pola konsumsi listrik dan komponen lain sesuai regulasi yang berlaku," kata Gregorius dalam keterangan tertulis, Jumat (15/5/2026).

Ia menjelaskan, untuk pelanggan pascabayar, total tagihan terdiri dari pemakaian listrik (kWh) ditambah Pajak Penerangan Jalan (PPJ), materai, dan PPN untuk golongan tertentu. Besaran PPJ berbeda di setiap daerah karena mengikuti aturan pemerintah daerah masing-masing.

Sementara pada pelanggan prabayar atau token listrik, nominal uang yang dibayarkan tidak sepenuhnya dikonversi menjadi listrik karena sebagian digunakan untuk membayar PPJ di awal.

Sebagai contoh, pelanggan dengan daya 2.200 VA yang membeli token Rp200 ribu di Jakarta akan dikenakan PPJ sebesar 2,4%. Artinya, nilai yang benar-benar dikonversi menjadi listrik sekitar Rp195.200.

“Dengan tarif listrik Rp1.444,70 per kWh, pelanggan akan mendapatkan sekitar 135 kWh listrik,” jelas Gregorius.

PLN juga mengimbau pelanggan untuk rutin memantau penggunaan listrik melalui aplikasi PLN Mobile. Khusus pelanggan pascabayar, tersedia fitur Swacam atau Swadaya Catat Angka Meter untuk memastikan tagihan sesuai dengan pemakaian sebenarnya.

Menurut Gregorius, pemahaman mengenai pola konsumsi dan komponen tagihan dapat membantu masyarakat menggunakan listrik secara lebih hemat dan efisien.

“Dengan memahami komponen pembayaran listrik, pelanggan bisa lebih mudah mengatur penggunaan energi sesuai kebutuhan sehari-hari,” pungkasnya.

Topik:

Dian Ihsan

Penulis

Video Terbaru

PLN: Ini Penyebab Tagihan Listrik Berubah | Monitor Indonesia