BREAKINGNEWS

Mata Uang Rupiah Makin Anjlok, Kini Jadi Rp17.675 per USD

Mata Uang Rupiah Makin Anjlok, Kini Jadi Rp17.675 per USD
Ilustrasi Rupiah dan Dolar AS. (Foto: Dok Istimewa)

Jakarta, MI - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) terus mengalami pelemahan. Pelemahan itu membuat mata uang rupiah berada di level Rp 17.600-an per USD pada perdagangan pagi ini.

Dikutip dari data Bloomberg, Senin (18/5/2026), sekitar pukul 11.25 WIB, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS berada di level Rp 17.675 per USD atau melemah 77,5 poin (0,44%).

Kondisi ini menjadi posisi terparah nilai tukar rupiah terhadap dolar AS sepanjang masa.

Analis mata uang dan komoditas Ibrahim Assuaibi memperkirakan nilai tukar rupiah masih bergerak fluktuatif pada perdagangan pekan ini. 

"Rupiah diproyeksikan berada di kisaran Rp17.420 hingga Rp17.650 per dolar AS," ungkap dia.

Menurut Ibrahim, pasar global masih dibayangi ketidakpastian setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyebut negosiasi dengan Iran berada dalam situasi kritis. Kondisi tersebut memicu kekhawatiran pasar terhadap potensi gangguan di Selat Hormuz, jalur utama distribusi minyak dunia.

“Konflik dengan Iran mulai berdampak pada ekonomi AS karena kenaikan harga minyak membuat harga bahan bakar semakin mahal. Para ekonom juga memperkirakan dampaknya akan berlanjut dalam beberapa bulan ke depan,” ujar Ibrahim.

Selain isu Timur Tengah, investor juga mencermati pertemuan Donald Trump dan Presiden China Xi Jinping di Beijing pada 14–15 Mei 2026. 

Pertemuan itu dinilai penting karena dapat memengaruhi hubungan dagang dua negara terbesar dunia sekaligus sentimen pasar terhadap negara berkembang, termasuk Indonesia.

Di tengah tekanan global tersebut, Bank Indonesia (BI) memastikan akan terus menjaga stabilitas pasar keuangan domestik. Meski perdagangan sempat dipengaruhi libur panjang, BI disebut tetap aktif melakukan intervensi di pasar offshore.

"BI juga akan bergerak agresif di pasar domestik mulai pembukaan perdagangan 18 Mei 2026 melalui intervensi pasar valas spot, DNDF, dan pembelian Surat Berharga Negara (SBN) di pasar sekunder," ungkap Ibrahim.

Topik:

Dian Ihsan

Penulis

Video Terbaru

Mata Uang Rupiah Makin Anjlok, Kini Jadi Rp17.675 per USD | Monitor Indonesia