BREAKINGNEWS

Rupiah Sentuh Rp17.680 per USD, Menkeu Beri Penjelasan Ini

Rupiah Sentuh Rp17.680 per USD, Menkeu Beri Penjelasan Ini
Ilustrasi rupiah. (Foto: Dok. Istimewa)

Jakarta, MI - Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa merespons pelemahan rupiah yang kembali menyentuh level terendah sepanjang sejarah pada perdagangan Senin (18/5/2026).

Di tengah tekanan pasar global dan memanasnya konflik geopolitik di Timur Tengah, rupiah sempat menyentuh Rp17.675 per USD, bahkan telah berada di level Rp17.680 per USD.

Pelemahan rupiah terjadi bersamaan dengan turunnya pasar saham domestik dan naiknya harga minyak dunia yang mencapai level tertinggi dalam dua pekan terakhir. Kondisi ini memicu kekhawatiran investor terhadap stabilitas pasar keuangan Indonesia.

Tidak hanya rupiah, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) juga ikut tertekan. Saat perdagangan dibuka setelah libur akhir pekan, IHSG langsung melemah lebih dari 4 persen. Tekanan pasar semakin besar setelah MSCI menghapus lebih dari selusin saham Indonesia dari indeks globalnya pekan lalu.

Sebelum konflik Iran memanas, pasar keuangan Indonesia sebenarnya sudah lebih dulu menghadapi tekanan. Investor disebut mencermati sejumlah isu, mulai dari rencana belanja pemerintah, transparansi pasar, hingga independensi bank sentral.

Meski begitu, Purbaya menilai gejolak yang terjadi saat ini hanya bersifat sementara. Ia menegaskan kondisi fundamental ekonomi Indonesia masih kuat.

"Tidak apa-apa, nanti kita perbaiki. Fondasi ekonomi kita masih bagus, ini lebih ke sentimen jangka pendek,” kata Purbaya di Jakarta, Senin (18/5/2026).

Menurutnya, pemerintah saat ini fokus menjaga pertumbuhan ekonomi agar tetap stabil di tengah tekanan global.

“Saya fokus menjaga fondasi ekonomi supaya pertumbuhan ekonomi tidak terganggu,” ujarnya.

Pemerintah juga mulai mengambil langkah untuk menjaga stabilitas pasar obligasi guna menahan tekanan terhadap rupiah.

"Mulai hari ini kami akan masuk lebih signifikan agar pasar obligasi tetap terkendali, sehingga investor asing tidak keluar karena khawatir terjadi capital loss akibat harga obligasi turun. Itu bisa membantu pergerakan rupiah," ungkap Purbaya.

Dia menambahkan, pemerintah telah menyiapkan sejumlah langkah tambahan untuk meredam gejolak pasar, meski rinciannya belum disampaikan ke publik.

Topik:

Dian Ihsan

Penulis

Video Terbaru

Rupiah Sentuh Rp17.680 per USD, Menkeu Beri Penjelasan Ini | Monitor Indonesia