Jakarta, MI - Jumlah emiten yang masuk kategori High Shareholding Concentration (HSC) atau saham dengan tingkat kepemilikan yang sangat terkonsentrasi kini bertambah menjadi 12 perusahaan. Status ini diberikan kepada emiten yang sebagian besar sahamnya dikuasai oleh kelompok investor tertentu.
Sepanjang Mei hingga awal Juni 2026, Bursa Efek Indonesia (BEI) telah menambahkan tiga emiten baru ke dalam daftar HSC. Sementara sembilan emiten lainnya telah lebih dulu diumumkan pada periode sebelumnya.
Terbaru, PT Mahkota Group Tbk (MGRO) resmi masuk dalam daftar HSC berdasarkan pengumuman BEI yang disampaikan melalui keterbukaan informasi pada Selasa (2/6/2026).
BEI mencatat sebanyak 93,76% saham MGRO dikuasai oleh sejumlah pihak tertentu berdasarkan data struktur kepemilikan saham dalam bentuk warkat dan tanpa warkat per 26 Mei 2026.
Meski demikian, BEI menegaskan bahwa penetapan status HSC tidak secara otomatis menunjukkan adanya pelanggaran terhadap peraturan pasar modal yang berlaku.
"Pengumuman ini tidak serta merta menunjukkan adanya pelanggaran terhadap peraturan perundang-undangan dan ketentuan yang berlaku di bidang pasar modal," tulis pengumuman BEI yang dikutip Selasa (2/6/2026).
Status HSC diberikan sebagai bentuk transparansi kepada investor terkait tingkat konsentrasi kepemilikan saham suatu emiten. Dengan informasi tersebut, investor dapat mempertimbangkan risiko likuiditas dan pergerakan harga saham yang mungkin dipengaruhi oleh dominasi kepemilikan oleh pihak tertentu.
Sebelum MGRO, sejumlah emiten lain juga telah lebih dulu masuk dalam daftar HSC yang diumumkan oleh BEI sepanjang tahun 2026. Berikut daftar emiten yang didapuk saham dengan status HSC oleh BEI:
- PT Rockfields Properti Indonesia Tbk (ROCK): 99,85%
- PT Ifishdeco Tbk (IFSH): 99,77%
- PT Satria Mega Kencana Tbk (SOTS): 98,35%
- PT Samator Indo Gas Tbk (AGII): 97,75%
- PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN): 97,31%
- PT Panca Anugrah Wisesa Tbk (MGLV): 95,94%
- PT BSA Logistics Indonesia Tbk (WBSA): 95,82%
- PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA): 95,76%
- PT Lima Dua Lima Tiga Tbk (LUCY): 95,47%
- PT Abadi Lestari Indonesia Tbk (RLCO): 95,35%
- PT Transcoal Pacific Tbk (TCPI): 94,10%
- PT Mahkota Group Tbk (MGRO): 93,76%

