Jakarta, MI - PT Red Planet Indonesia Tbk (PSKT) merombak jajaran direksi dan dewan komisaris dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Tahun Buku 2025 yang digelar pada Jumat (19/6/2026).
Dalam keputusan tersebut, pemegang saham menetapkan Albertus Indra Sasmita sebagai Komisaris Utama sekaligus Komisaris Independen. Sebelumnya, ia pernah bergabung di CEO Office GoTo Group di bawah kepemimpinan Patrick Walujo.
Mengacu pada keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (22/6/2026), perubahan susunan pengurus ini sejalan dengan agenda transformasi bisnis yang sedang dijalankan perusahaan. Selain itu, RUPST juga menyetujui perombakan menyeluruh dalam struktur manajemen perseroan.
Rapat tersebut dihadiri pemegang saham yang mewakili sekitar 8,50 miliar saham atau setara 82,15 persen dari total saham dengan hak suara yang sah.
Dalam agenda mata acara ketiga, pemegang saham juga menyetujui pemberhentian dengan hormat seluruh anggota Direksi dan Dewan Komisaris sebelumnya.
Selain itu, perseroan memberikan pelunasan dan pembebasan tanggung jawab atas tindakan pengurusan dan pengawasan yang tercermin dalam laporan keuangan perseroan.
RUPST kemudian menetapkan susunan pengurus baru PT Red Planet Indonesia Tbk (PSKT) sebagai berikut:
Direksi:
- Direktur Utama: Eka Sastra
- Direktur: Shinta T. Sutrisno
- Direktur: Dwi Wirawan
Dewan Komisaris:
- Komisaris Utama/Independen: Albertus Indra Sasmita
- Komisaris Independen: Dinno Indiano
- Komisaris: Andre Rasjid Prabu Mangkuningrat
- Komisaris: Praba Diwangkara Caraka Putra Soma
- Komisaris: Cindy Budijono.
PT Red Planet Indonesia Tbk sendiri melalui merek Monoloog Hotel, mengelola jaringan hotel bujet dengan total 1.051 kamar hingga akhir 2025. Monolog Hotel hadir di tujuh kota antara lain Jakarta, Pekanbaru, Palembang, Bekasi, Solo, Surabaya, dan Makassar.
Berdasarkan Laporan Tahunan 2025, tiga hotel dengan tingkat okupansi tertinggi yaitu Monoloog Palembang dengan 73,13%, Monoloog Jakarta-Pasar Baru sebesar 63,18%, serta Monoloog Solo dengan 55,31%.
Sementara dari sisi pasar saham, pergerakan efek PSKT tercatat melonjak 450% dalam satu tahun terakhir hingga berada di level Rp193 pada perdagangan Senin (22/6/2026). Pada periode yang sama, IHSG justru melemah 10%.
