BREAKINGNEWS

B50 Meluncur Juli, Prabowo Yakin Indonesia Tak Lagi Impor Solar

B50 Meluncur Juli, Prabowo Yakin Indonesia Tak Lagi Impor Solar
Presiden RI, Prabowo Subianto (Foto: Istimewa)

Jakarta, MI - Presiden Prabowo Subianto menegaskan target pemerintah untuk menghentikan ketergantungan Indonesia terhadap impor bahan bakar minyak (BBM) dalam beberapa tahun ke depan. Langkah tersebut menjadi bagian dari agenda besar pemerintah untuk mewujudkan swasembada energi nasional paling lambat pada 2029.

Untuk mencapai target tersebut, pemerintah terus mendorong pemanfaatan energi yang bersumber dari potensi dalam negeri. Salah satu kebijakan yang segera dijalankan adalah peluncuran B50, yakni bahan bakar campuran Solar dan minyak sawit sebesar 50 persen.

Prabowo menilai penggunaan B50 menjadi langkah awal untuk mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap impor energi. Ia optimistis kebijakan tersebut akan memberikan dampak besar terhadap penghematan devisa negara.

Pemerintah menargetkan peluncuran resmi B50 pada Juli 2026. Dengan kandungan biodiesel yang lebih tinggi dibandingkan program sebelumnya, B50 diharapkan mampu menggantikan sebagian besar kebutuhan Solar impor.

“Bulan Juli ini berapa hari lagi, kita akan launching B50. B50, Solar akan kita olah dari kelapa sawit 50%. Dengan demikian kita tidak akan impor Solar lagi dari luar negeri, saudara-saudara sekalian. Kita akan menghemat banyak sekali,” ujar Prabowo saat menghadiri Puncak Pekan Nasional Petani dan Nelayan XVII di Gorontalo, Rabu (24/6/2026).

Menurut Prabowo, kebijakan tersebut tidak hanya mendukung ketahanan energi nasional, tetapi juga dapat memperkuat posisi Indonesia sebagai produsen kelapa sawit terbesar di dunia. Pemanfaatan sawit sebagai bahan baku energi dinilai mampu meningkatkan nilai tambah komoditas dalam negeri.

Ia bahkan memperkirakan Indonesia dapat mencapai kemandirian energi dalam waktu tiga hingga empat tahun ke depan. Pada tahap tersebut, pemerintah menargetkan tidak ada lagi impor BBM dari luar negeri.

“Saya perkirakan tiga tahun lagi, maksimal empat tahun lagi kita akan swasembada energi. Kita tidak mau impor apa pun untuk BBM kita, untuk energi kita, saudara-saudara sekalian,” kata dia.

Presiden juga mengaitkan swasembada energi dengan ketahanan nasional menghadapi gejolak global. Menurutnya, negara yang mampu memenuhi kebutuhan energinya sendiri akan lebih siap menghadapi berbagai risiko geopolitik.

Dia mencontohkan potensi risiko yang bisa muncul akibat konflik internasional maupun terganggunya jalur perdagangan strategis seperti Selat Hormuz. Dengan ketahanan energi yang kuat, Indonesia diyakini dapat lebih siap menghadapi berbagai situasi tersebut.

“Terjadi perang di mana-mana, Selat Hormuz ditutup, kita percaya diri, kita akan mampu mengatasi, saudara-saudara sekalian. Kita akan menuju swasembada BBM, swasembada energi, saudara-saudara sekalian,” tegasnya.

Topik:

Rolia Pakpahan

Penulis

Video Terbaru

B50 Meluncur Juli, Prabowo Yakin Indonesia Tak Lagi Impor So | Monitor Indonesia