Jakarta, MI - Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mulai menarik secara bertahap dana Saldo Anggaran Lebih (SAL) yang sebelumnya ditempatkan di bank-bank Himpunan Bank Milik Negara (Himbara).
Direktur Jenderal Perbendaharaan Kemenkeu, Astera Primanto Bhakti, membenarkan proses penarikan dana tersebut sudah berjalan.
"Secara bertahap, iya (sudah dikembalikan)," kata Astera kepada wartawan di kantornya, Jakarta Pusat, dikutip Rabu (24/6/2026).
Sebelumnya, Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Dian Ediana Rae, juga mengonfirmasi adanya penarikan dana SAL pemerintah dari bank-bank Himbara. Namun, ia menegaskan waktu dan mekanisme pelaksanaannya sepenuhnya menjadi kewenangan pemerintah.
Dian berharap proses penarikan dilakukan secara bertahap agar tidak mengganggu likuiditas perbankan maupun stabilitas sistem keuangan.
"Saya yakin Menteri Keuangan dan Gubernur BI akan mempertimbangkan hal tersebut sehingga proses transisinya dapat berjalan dengan baik tanpa menimbulkan gangguan terhadap likuiditas perbankan," ujar Dian.
Sebagai informasi, pada September 2025 Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memindahkan dana SAL yang mengendap di Bank Indonesia ke sejumlah bank umum. Pada tahap awal, dana sebesar Rp200 triliun ditempatkan di lima bank.
Saat itu, Purbaya menjelaskan nilai tersebut baru sebagian dari total dana pemerintah yang tersimpan di BI, yakni sekitar Rp425 triliun. Kebijakan itu juga telah disetujui oleh Presiden Prabowo Subianto.
Dana tersebut ditempatkan layaknya deposito di bank umum. Bank diberi keleluasaan menggunakan dana itu, namun tidak diperbolehkan untuk membeli surat utang negara (SUN).
"Nanti penyalurannya terserah bank. Tapi kalau saya mau pakai, saya ambil. Tapi nanti diupayakan nanti penyalurannya ke... bukan dibelikan SUN... Jadi uangnya betul-betul ada di sistem perekonomian, sehingga ekonominya bisa jalan," jelasnya usai bertemu dengan Prabowo di Istana Kepresidenan, Rabu (10/9/2025).
Beberapa waktu kemudian, pemerintah kembali menambah penempatan dana sebesar Rp100 triliun, sehingga total dana SAL di bank umum mencapai Rp300 triliun.
