Jakarta, MI - PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BNI) menghadirkan ekosistem pembayaran digital selama gelaran Indonesia Open 2026 di Istora Senayan, Jakarta. Langkah ini dilakukan untuk mempermudah transaksi pengunjung sekaligus mendorong penggunaan pembayaran non tunai pada ajang olahraga internasional.
Selama turnamen yang berlangsung pada 2-7 Juni 2026, pengunjung dapat bertransaksi menggunakan mesin Electronic Data Capture (EDC) dan QRIS wondr by BNI di berbagai titik, mulai dari loket tiket, booth merchandise, hingga tenant kuliner di area pertandingan.
Corporate Secretary BNI Okki Rushartomo mengatakan, penyediaan layanan pembayaran digital merupakan bagian dari komitmen perseroan menghadirkan transaksi yang mudah, aman, dan nyaman bagi masyarakat.
"Sembari menyaksikan pertandingan para atlet bulu tangkis kelas dunia, pengunjung dapat menikmati pengalaman transaksi yang lebih praktis dan nyaman. BNI menghadirkan berbagai kanal pembayaran digital yang dapat digunakan secara mudah oleh pengunjung maupun tenant selama Indonesia Open berlangsung," ujar Okki dalam keterangan tertulis, Jumat (5/6/2026).
BNI mencatat lebih dari 50 tenant kuliner dan usaha pendukung ikut meramaikan Indonesia Open 2026. Seluruhnya didukung fasilitas EDC dan QRIS wondr by BNI sehingga transaksi dapat berlangsung lebih cepat tanpa bergantung pada pembayaran tunai.
Menurut Okki, digitalisasi pembayaran di ajang olahraga bukan hanya memudahkan pengunjung, tetapi juga memperluas penggunaan transaksi non tunai di berbagai sektor.
"Sebagai mitra strategis PBSI, BNI berkomitmen mendukung kemajuan bulu tangkis Indonesia secara menyeluruh. Selain mendukung pembinaan atlet dan penyelenggaraan turnamen, kami juga ingin memastikan para pengunjung memperoleh pengalaman yang lebih nyaman melalui layanan transaksi digital yang aman, cepat, dan praktis," tuturnya.
Dukungan BNI terhadap Indonesia Open merupakan bagian dari kolaborasi jangka panjang perseroan dengan Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PBSI). Selain mendukung pembinaan atlet dan pengembangan prestasi, BNI juga berperan dalam menghadirkan infrastruktur layanan keuangan yang mendukung kelancaran penyelenggaraan turnamen internasional.
Momentum Indonesia Open 2026 juga dimanfaatkan BNI untuk memperluas adopsi layanan digital. Melalui aplikasi wondr by BNI, masyarakat dapat mengakses berbagai layanan perbankan secara digital, termasuk pembukaan rekening dan transaksi harian yang lebih fleksibel. Perseroan juga tengah menjalankan program Rejeki wondr BNI 2026 sebagai bagian dari strategi peningkatan engagement nasabah.
Kehadiran ekosistem pembayaran digital tersebut sekaligus memberikan manfaat bagi pelaku usaha yang beroperasi di area pertandingan, mulai dari tenant kuliner hingga penjual merchandise resmi, melalui proses transaksi yang lebih efisien dan terdokumentasi dengan baik.
BNI menilai digitalisasi pembayaran pada berbagai kegiatan masyarakat, termasuk event olahraga, menjadi bagian penting dalam memperkuat inklusi keuangan dan mendorong transformasi ekonomi digital nasional.
"Melalui pengembangan layanan digital yang berkelanjutan, BNI berharap dapat terus menghadirkan solusi keuangan yang relevan bagi masyarakat sekaligus mendukung terciptanya pengalaman yang lebih terintegrasi dalam berbagai aktivitas, termasuk pada ajang olahraga kelas dunia seperti Indonesia Open 2026," pungkas Okki.
