BREAKINGNEWS

Perusahaan Kaesang Terlilit Utang Rp2,8 T, Ajukan Restrukturisasi ke Sejumlah Bank

Perusahaan Kaesang Terlilit Utang Rp2,8 T, Ajukan Restrukturisasi ke Sejumlah Bank
Kaesang Pangarep (Foto: Dok. MI)

Jakarta, MI - PT Panca Mitra Multiperdana Tbk (PMMP), emiten pengolahan hasil perikanan yang sebagian sahamnya dimiliki Kaesang Pangarep, tengah menghadapi tekanan keuangan serius. Perusahaan dikabarkan mengalami kesulitan likuiditas hingga mengajukan restrukturisasi pinjaman kepada sejumlah bank setelah beban utang dan kebutuhan modal kerja kian menghimpit.

Berdasarkan keterbukaan informasi kepada Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis (2/7/2026), PMMP memiliki kewajiban kredit kepada PT Bank Permata Tbk dengan saldo pokok (outstanding) mencapai US$53,12 juta atau sekitar Rp953,4 miliar (kurs Rp17.948 per dolar AS), ditambah fasilitas pinjaman senilai Rp5,49 miliar.

Tak hanya itu, perseroan juga memiliki utang kepada PT Bank Central Asia Tbk sebesar US$40,29 juta atau sekitar Rp723 miliar, Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) sebesar US$30,71 juta atau sekitar Rp551,2 miliar, serta PT Bank SMBC Indonesia Tbk sebesar US$22,8 juta atau sekitar Rp409,1 miliar.

Daftar kreditur PMMP juga mencakup PT Bank Maspion Indonesia Tbk dengan pinjaman US$7,21 juta atau sekitar Rp129,4 miliar dan PT Bank Resona Perdania sebesar US$5,99 juta atau sekitar Rp107,5 miliar.

"Saldo tersebut di atas di luar hutang bunga," tulis manajemen PMMP dalam keterbukaan informasi.

Tekanan likuiditas membuat ruang gerak operasional perusahaan semakin terbatas. Manajemen mengungkapkan PMMP masih membutuhkan tambahan modal kerja sekitar US$15 juta atau setara Rp269,1 miliar agar kegiatan usaha dapat berjalan normal.

Keterbatasan dana itu memaksa perusahaan memangkas kapasitas produksi. Saat ini, PMMP hanya mengoperasikan satu pabrik di Situbondo. Untuk tetap memenuhi permintaan ekspor, perseroan memilih membeli produk jadi dari pihak lain dengan skema pembayaran setelah hasil ekspor diterima.

"Sementara ini perseroan membeli produk jadi dari perusahaan lain dengan pembayaran di belakang setelah hasil ekspor diterima oleh perseroan," ujar manajemen.

Efek domino dari penurunan aktivitas produksi juga mulai terasa pada sisi ketenagakerjaan. Sejak 2024 hingga sekarang, PMMP telah melakukan pemutusan hubungan kerja terhadap 37 karyawan staf dan 79 pekerja harian. Di saat yang sama, sebanyak 82 karyawan staf tercatat mengundurkan diri.

Sebagai informasi, PT Harapan Bangsa Kita, perusahaan milik Kaesang Pangarep, tercatat menggenggam 188,24 juta saham atau sekitar 7,27 persen kepemilikan di PMMP.

Topik:

Rolia Pakpahan

Penulis

Video Terbaru

Perusahaan Kaesang Terlilit Utang Rp2,8 T, Ajukan Restruktur | Monitor Indonesia